infosawit

PT Nusaraya Agro Sawit dan Yayasan BOS Sepakat Buka Pulau Orangutan



Kikan, salah satu orangutan yang dilepaslarkan di Pulau Orangutan, foto Yayasan BOS.
PT Nusaraya Agro Sawit dan Yayasan BOS Sepakat Buka Pulau Orangutan

InfoSAWIT, JAKARTA - Dengan resmi dibukanya “pulau orangutan”, merupakan kerjasama antara Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOSF) dengan PT Nusaraya Agro Sawit (NUSA), anak Perusahaan Palma Serasih Group, beserta dengan  Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur.

Ditambah beberapa pulau pra-pelepasliaran baru yang sebagian sudah digunakan di Samboja Lestari, diyakini bakal mampu mempercepat proses pelepasliaran orangutan yang kini masih berada di pusat rehabilitasi.

Namun demikian kata Jamartin, pembukaan kawasan konservasi untuk orangutan hanyalah salah satu aspek dalam upaya konservasi orangutan dan habitatnya. Bila lahan hutan kian menyusut bahkan sampai habis, maka hutan tidak lagi mampu mendukung kehidupan keanekaragaman hayati, dan tidak lagi mampu memberikan jasa lingkungan, termasuk bagi manusia. “Karena itu, kita sejak sekarang harus mulai bekerja sama melindungi hutan dari kerusakan dan satwa liar dari kepunahan. Biarkanlah mereka hidup lestari di alamnya,” kata CEO Yayasan BOS, Jamartin Sihite, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Dikatakan oleh Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, Sunandar Trigunajasa N, pihak BKSDA Kalimantan Timur sangat menghargai kerja sama yang selama ini dijalin bersama Yayasan BOS dan pihak lain, seperti yang dilakukan dengan PT. NUSA.

Seperti yang telah sering disampaikan, tutur Sunandar, upaya konservasi orangutan dan habitatnya adalah sebuah pekerjaan besar bersama yang melibatkan semua pihak, pemerintah, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, sampai pelaku bisnis. Hal ini wajib dilakukan mengacu pada pentingnya peran orangutan menjaga kualitas hutan, membuatnya sebagai satu faktor signifikan dalam upaya pelestarian. 

Mengingat semakin banyaknya daerah hutan yang dialihfungsikan, maka wajib untuk selalu kuat menjaga hutan yang masih tersisa, sembari memulihkan yang sudah terlanjur rusak. “Kita semua bisa berperan dalam menjaga hutan dan seisinya. Mari kita lakukan tugas dan fungsi kita masing-masing sebaik mungkin,” katanya.

Sementara dikatakan Direktur PT. NUSA, Martusin Yapriadi, kerja sama dengan organisasi konservasi besar seperti Yayasan BOS adalah kesempatan baik bagi Palma Serasih Group untuk berperan serta dalam upaya pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan di  Kalimantan Timur bersama sama dengan BKSDA. (T2)

 

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit