infosawit

KTM WTO ke -11: Lawan Sentimen Negatif dan Proteksionisme Perdagangan



Foto: Kemendag
KTM WTO ke -11: Lawan Sentimen Negatif dan Proteksionisme Perdagangan

InfoSAWIT, BUENOS AIRES – Konferensi Tingkat Menteri World Trade Organization (KTM WTO) ke-11 yang berlangsung pada 10-13 Desember 2017 di Buenos Aires, Argentina, dibuka hari ini, Minggu (10/12). Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita mengatakan akan memperjuangkan kepentingan Indonesia di tengah bayang-bayang proteksionisme yang mengganggu tatanan perdagangan multilateral.

“Kami tetap mendorong perdagangan multilateral. Kendati begitu, kami tetap akan melindungi kepentingan nasional, terutama terkait dengan sektor pertanian dan industri,” ungkap Enggartiasto dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Senin, (11/12/2107).

Enggartiasto menilai negara-negara anggota WTO harus melawan proteksionisme yang bertentangan dengan semangat perdagangan multilateral. Untuk itu, Mendag mengimbau negara-negara anggota WTO untuk terlibat secara aktif membangun sistem perdagangan yang adil.

Dalam KTM WTO ke-11 ini, Indonesia akan terlibat dalam pembahasan beberapa isu penting, antara lain Public Stockholding for Food Security Purposes (PSH) dan Special Safeguard Mechanism (SSM). Kedua isu tersebut juga diperjuangkan oleh negara-negara anggota G-33.

Isu-isu lainnya yang akan dibahas antara lain subsidi perikanan, e-dagang (e-commerce), fasilitasi investasi, serta perdagangan jasa.

Sebelum dimulainya KTM WTO ke-11, pada Sabtu lalu (9/12), telah berlangsung Pertemuan Tingkat Menteri G-33 di tempat yang sama. Pertemuan dipimpin oleh Indonesia, yang juga merupakan koordinator G-33. Pertemuan tersebut bertujuan mengonsolidasikan negara-negara berkembang dan sedang berkembang, terutama mengenai isu pertanian untuk dibawa ke perundingan WTO.

Mendag Enggar memandang KTM WTO kali ini kembali menjadi momentum yang penting untuk membahas kembali isu-isu pertanian, sesuai dengan mandat dalam Doha Development Agenda.

Deklarasi Empat Presiden Negara Amerika Latin

Dalam pembukaan ini, para pemimpin dari empat negara Amerika Latin menandatangani deklarasi bersama yang mendukung perdagangan multilateral sebagai cara terbaik meraih berbagai peluang serta menghadapi berbagai masalah dalam perdagangan internasional. Keempat pemimpin tersebut yaitu Presiden Argentina Mauricio Macri, Presiden Brasil Michel Temer, Presiden Paraguay Horacio Cartes, dan Presiden Uruguay Tabaré Vázquez.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal WTO Roberto Azevêdo mengatakan di dalam dunia yang berubah serba cepat seperti sekarang ini, WTO harus dapat lebih responsif dan inklusif dalam menanggapi kebutuhan negara-negara anggota.

Azevêdo juga mengatakan berkumpulnya pemimpin negara beserta para menteri ekonomi menunjukkan komitmen WTO untuk mendorong perdagangan multilateral ke arah yang lebih baik. Negara-negara anggota, lanjut Azevêdo, harus dapat memperkuat sistem perdagangan multilateral untuk melawan sentimen negatif dan bayang-bayang proteksionisme. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit