infosawit

Sawit Peningkat Ekonomi, Sayangkan Masih Ada Isu Negatif



Abdul Halim Ashari
Sawit Peningkat Ekonomi, Sayangkan Masih Ada Isu Negatif

InfoSAWIT, JAKARTA - Pembaca InfoSAWIT tentu masih kenal dengan pria berkebangsaan Malaysia ini, dimana hampir selama hampir 15 tahun telah mengabdi pada sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia, bahkan sempat memimpin salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang patut diperhitungan di Indonesia, PT Eaglehigh Plantation Tbk., (sebelumnya PT BW Plantation).

Iya dialah Abdul Halim Ashari, yang semasa memimpin perusahaan perkebunan kelapa sawit namanya masuk daftar sebagai ‘The Best of The Best’ oleh majalah Forbes sebanyak dua kali.

Pria yang akrab dipangginl Halim Ashari itu, ternyata masih setia di sektor perkebunan kelapa sawit. Setelah purna tugas dari PT Eaglehigh Plantation Tbk., akhir 2015 lalu, Halim masih berkecimpung di sektor perkebunan kelapa sawit. “Sekarang saya jadi salah satu komisaris di perusahaan sawit disini (Indonesia),” katanya saat berjumpa InfoSAWIT, belum lama ini disebuah acara di Jakarta.

Selain masih aktif, Halim juga masih mengikuti perkembangan perkelapasawitan di di Indonesia dan dunia, terbukti Halim manyayangkan dengan masih banyaknya isu negatif yang ditujukan ke industri kelapa sawit. Sebagai contoh isu kesehatan yang masih saja diangkat, dengan jargon minyak sawit merupakan minyak nabati yang bisa memicu terjadinya penyakit jantung, padahal secara ilmiah telah dibuktikan itu tidak benar.

Halim pun mempertanyakan alasan para Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang masih saja tidak rela industri kelapa sawit ini terus berkembang, padahal kelapa sawit merupakan tanaman tahunan yang sekali tanam bisa berproduksi selama 25 hingga 30 tahun. “Kelapa sawit juga telah menjadi salah satu industri yang mampu mendorong bertumbuhnya ekonomi dan memperbaiki tingkat ekonomi masyarakat,” tandas dia. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit