infosawit

Darwin Indigo, Generasi Kedua Penerus Kampiun Sawit Wilmar



Darwin Indigo, Generasi Kedua Penerus Kampiun Sawit Wilmar

InfoSAWIT, JAKARTA – Masih berusia muda, bertalenta, dan berkesempatan besar, sehingga digadang-gadang menjadi salah satu penerus kerajaan bisnis minyak sawit Wilmar International Limited. Itulah Darwin Indigo. Bahkan, di tangan pria kelahiran Pematang Siantar 3 Juli 1982 ini, Wilmar diharapkan mampu terus tumbuh membesar, seperti harapan sang para perintis.

Dengan semakin tumbuh membesar, keberadaan Wilmar tidak saja akan diperhitungkan oleh kawan dan lawan, tapi terpenting lagi akan memberikan kontribusi yang semakin besar kepada masyarakat luas.

Awalnya, sewaktu Wilmar dirintis oleh dua bersaudara, Ganda Sitorus yang tidak lain ayah Darwin Indigo dan Martua Sitorus, perusahaan ini tidak lebih hanya usaha yang berkutat pada sektor perdagangan dan industri kecilkecilan.

Bisnis Wilmar sejatinya tidak hanya dibangun oleh Martua Sitorus dan keluarganya, namun tahun 1991, Martua menggandeng Kuok Khoon Hong dari Malaysia (keponakan Robert Kuok, raja bisnis gula dan properti di Malaysia).

Faktanya, dalam waktu relatif sangat cepat, Wilmar telah menjelma menjadi perusahaan raksasa yang menguasai hampir seluruh lini usaha minyak nabati dunia termasuk minyak sawit Indonesia. Didirikan tahun 1991, Wilmar international kini beroperasi hampir di seluruh belahan dunia, dengan orientasi pasar di lebih dari 50 negara.

Menurut Darwin, cikal bakal lahirnya perusahaan raksasa Wilmar dibangun atas dasar kerja keras dari para perintis, yakni Ganda Sitorus dan Martua Sitorus.

Mereka adalah kakak beradik dari keluarga keturunan Tionghoa, Sumatera Utara, bersama Mr Kuok. Lantaran makin membesar, bisnis inipun melambung hingga dapat melayani konsumen di segala penjuru dunia.

“Wilmar adalah perusahaan yang dibangun atas dasar kekeluargaan, sehingga dapat terus berkembang hingga sekarang,” ujar Darwin kepada InfoSAWIT di Bandung, beberapa tahun silam.

Memang, tugas berat kemudian beralih kepada penerusnya sebagai generasi kedua. Darwin Indigo melihat peranan sang paman, Martua Sitorus, sangatlah besar dalam membangun perusahaan menjadi makin membesar.

Menurutnya, sang paman memiliki visi panjang yang menjadi tolakan dasar pengembangan Wilmar selanjutnya. Darwin lahir dari keluarga yang sudah mapan secara ekonomi, tetapi tak lantas membuat sosok Darwin dapat menikmati segala fasilitas yang diberikan dengan semaunya. Sewaktu menempuh pendidikan di Australia, Darwin seringkali melakukan aktivitas sosial sebagai aktivis lingkungan yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Australia yang bergerak di bidang lingkungan.

Sepak terjang sebagai aktivis lingkungan, kerap membuat Darwin selalu mengkritik kegiatan ekonomi bisnis di dunia, termasuk perkebunan kelapa sawit. Pasalnya, berbagai pemberitaan kerap berujung kepada perusakan alam dimana minyak sawit sebagai “biang keroknya”. Otomatis, Darwin memiliki pemikiran yang berlawanan dengan bisnis yang dilakoni keluarga besarnya.

Darwin baru menyadari keberadaan minyak sawit sebagai masa depan industri dunia, sewaktu diajak keluarganya, untuk mengunjungi pembangunan perkebunan kelapa sawit yang dilakukan diatas lahan yang sudah rusak porak-poranda akibat pembalakan liar. Fenomena keadaan alam yang rusak parah akibat ilegal loging, menyadarkan dirinya sebagai environmentalism, untuk berbuat sesuatu guna menyelamatkan alam sekitar.

Faktanya, berusaha dengan menaman pohon kelapa sawit, mampu me-recovery dengan cepat atas kerusakan alam yang telah terjadi. Tumbuhnya pohon kelapa sawit diatas lahan yang rusak, mampu menstabilkan kerusakan alam yang telah terjadi. Pasalnya, pohon kelapa sawit mampu menyerap Karbondioksida dan menghasilkan oksigen bagi kehidupan dunia.

“Saya tersadarkan kontribusi kelapa sawit bagi dunia. Ternyata kelapa sawit mampu menghijaukan lahan yang sudah rusak sehingga menjadi hijau lestari setelah ditanam pohon kelapa sawit,” ujar Darwin.

Sebagai aktivis lingkungan, dengan semangat Darwin mulai belajar menekuni bisnis minyak sawit yang telah berkontribusi terhadap dunia. Tidak hanya oksigen gratis yang senantiasa dihasilkan setiap harinya, juga kontribusi akan produk-produk turunannya, yang memiliki keunggulan sebagai produk hijau, terbarukan dan ramah lingkungan bagi dunia. (T1)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit