infosawit

54% Lahan Kelapa Sawit di Kalteng Tersertifikat RSPO



54% Lahan Kelapa Sawit di Kalteng Tersertifikat RSPO

Info SAWIT, JAKARTA - Sebagai salah satu wilayah yang tepat pada perlintasan matahari atau dikenal dengan jalur khatulistiwa, Kalimantan Tengah (Kalteng) memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor agribisnis. Salah satunya, pengembangan budidaya kelapa sawit.

Iklim dan kondisi alam yang cocok mendorong komoditas kelapa sawit di wilayah ini tumbuh pesat. Jika tahun 2014 lalu baru, mencapai 1,115 juta hektare (ha), di tahun 2016 diperkirakan, perkebunan kelapa sawit telah seluas 1, 2 juta ha. Kalimantan Tengah pun dinobatkan sebagai peyumbang nomor tiga penghasil minyak sawit nasional, dengan produksi minyak sawit sebanyak 3,7 juta ton.

Masih penelusuran InfoSAWIT, belum lama ini, dari seluas 1,2 juta ha, area yang tertanami kelapa sawit masih mencapai sekitar 915 ribu ha, dengan tingkat produktivitas rata-rata provinsi mencapai 4 ton CPO/ha/tahun.

Walaupun pengembangan industri agribisnis berbasis sumber daya lahan di Kalimantan Tengah dihadapkan pada berbagai kendala, pengembangannya menunjukkan arah yang positif. Jejak pembangunan hijau di provinsi itu pun mulai muncul.

Misalnya saja, merujuk informasi dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), luas lahan yang telah tersertifikat RSPO di Kalimantan Tengah telah mencapai 415,8 ribu ha, dengan produksi tandan buah segar (TBS) sawit sebanyak 6,8 juta ton dan produksi minyak sawit berkelanjutan (CSPO) diperkirakan telah sebanyak 1,6 juta ton.

Tidak hanya perusahaan sawit yang telah memperoleh sertifikat RSPO, petani kelapa sawitpun demikian. Masih merujuk informasi dari RSPO, luas lahan petani yang telah mendapatkan sertifikat RSPO mencapai seluas 1.073 ha dengan produksi TBS petani bersertifikat RSPO sebanyak 6.407 ton dan melibatkan 941 kepala keluarga petani kelapa sawit.

Praktik berkelanjutan ini dilakukan karena pada pertengahan tahun 2015 silam, digelar suatu forum bertajuk Governors Forest Climate Task Force (GCF), yang dihadiri 16 Gubernur dan Presiden Negara Bagian dari Asia, Amerika Latin dan Afrika. Pemerintah Kalimantan Tengahdengan tegas mendeklarasikan komitmen pembangunan hijau melalui penerapan skema sertifikasi yuridiksi menuju sawit berkelanjutan.

Skema ini diyakini bakal memberikan implikasi positif pada peningkatan ekonomi daerah dan dalam waktu yang bersamaan juga mampu melindungi lingkungan dari dampak kerusakan. (Baca InfoSAWIT Edisi Juli 2015, Sertifikasi Yurisdiksi Sawit Berkelanjutan di Kalimantan Tengah, Mendorong Karbon Tidak Meluap).

Namun demikian, Pemerintah Kalimantan Tengah tidak melakukannya secara tiba-tiba. Faktanya, niat pemerintah provinsi tersebut untuk menerapkan sertifikasi yuridiksi itu telah diawali semenjak pertengahan tahun 2013 silam, dengan diterbitkannya Roadmap Pembangunan Perdesaaan Rendah Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan Rendah Deforestasi. Tujuan pemerintah provinsi adalah untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi kemiskinan.

Roadmap ini bermaksud untuk mempercepat implementasi Perda No. 5 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Usaha Perkebunan yang Berkelanjutan. Roadmap ini memiliki target, yakni, pertama, penurunan deforestasi hingga ke level 20% dari tingkat deforestasi antara tahun 2006 - 2009 untuk provinsi Kalimantan Tengah.

Upaya penerapan sertifikasi yuridiksi ini lantas ditindaklanjuti dengan adanya kerjasama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta Yayasan Inovasi Bumi (INOBU), guna melakukan pendataan lahan komoditas di Provinsi Kalimantan Tengah. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit