infosawit

Sekali Dayung Peremajaan Kelapa Sawit



Sekali Dayung Peremajaan Kelapa Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Pada pertengahan Oktober 2017 lalu Presiden Joko Widodo, telah meresmikan dilakukannya program peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan dan dilanjutkan ke Sumatera Utara.

Sejatinya peremajaan yang mendapat dukungan dana hibah sebanyak Rp 25 juta/ha dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) itu telah disusun semenjak tahun 2015 lalu, bahkan rencana itu akan diterapkan di 2016.

Sayangnya, lantaran banyak muncul kendala, dari status lahan yang dimiliki petani sampai sertifikat yang tidak sesuai nama, sontak membuat perencanaan peremajaan kelapa sawit rakyat tersebut tertunda hingga lebih dari satu setengah tahun.

Kendati program peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat telah resmi diterapkan, faktanya hingga saat ini kendala itu masih dihadapi petani kelapa sawit dari berbagai wilayah yang ada di Indonesia. Terbentur dengan status lahan yang berada di kawasan menjadi yang paling utama, belum lagi kendala lainnya semisal pendataan petani dan penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) yang ditengarai masih belum efektif.

Padahal bila program peremajaan kelapa sawit tersebut berhasil diterapkan, akan memberikan dampak positif bagi industri kelapa sawit di Indonesia. Tidak hanya petani, pelaku industri pun bakal terkena dampaknya.

Lantaran, dengan peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat, maka produktivitas kebun sawit rakyat diyakini bakal terdongkrak naik. Secara finansial petani akan memperoleh peningkatan pendapatan, dengan demikian bakal mendongkrak perekonomian perdesaan.

Sementara bagi industri, dengan peningkatan itu maka kebutuhan pasokan minyak sawit di dunia tidak lagi dihasilkan dengan cara penambahan areal tanaman baru, atau pembukaan perkebunan kelapa sawit baru.

Jelas, secara isu lingkungan kelapa sawit menjadi satu-satunya komoditas yang mampu meningkatkan produksi tanpa mesti menambah lahan. Potensi kerusakan hutan yang disangkakan dengan sendirinya akan terpatahkan. Kegiatan peremajaan sawit rakyat ini ibarat pepatah sekali dayung tiga pulau terlampaui.

Lantas bagaimana sejatinya program peremajaan kelapa sawit ini dilakukan pemerintah atas kerjasama BPDP-KS dengan Kementerian Pertanian lewat Direktorat Jenderal Perkebunan?

Sudah berapa banyak koperasi atau petani yang akan mendapat bantuan dana hibah untuk peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat? Lebih lengkap pembaca bisa melihatnya pada Rubrik Fokus kami pada edisi Majalah InfoSAWIT November 2017.

Selain membahas program peremajaan sawit, kami juga mengangkat masalah ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) sawit yang masih terbatas. Dengan adanya program beasiswa setara diploma 1 (D1), membuka peluang ketersediaan SDM sawit yang handal. Pameo bisa ala biasa akan berganti menjadi bisa karena keilmuannya, pengadaan SDM sawit ini sinergi dengan program peremajaan sawit rakyat. Lantas bagaimana program itu dibangun? Silahkan cari jawabanya di Majalah InfoSAWIT. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit