infosawit

Konflik Politik Pengembangan Minyak Sawit di Brasil



Konflik Politik Pengembangan Minyak Sawit di Brasil

InfoSAWIT, BRASIL - Menurut laporan terbaru dari The Guardian, kepentingan pertanian yang kuat di Brasil mengincar industri minyak sawit global. Saat ini, Indonesia dan Malaysia menjadi produsen utama, dengan pangsa pasar sekitar 85% di dunia. Dengan ketersediaan lahan dan kesesuaian iklim, Brasil pun mengembangkan perkebunan kelapa sawit.

Terlebih merujuk laporan Badan Penelitian Pertanian Pemerintah Brasil, percaya bahwa sektor pertanian Brasil bakal dapat menjaga produksi dan ekspor kelapa sawit bersama dengan komoditas lain seperti kopi, gula, kedelai dan daging sapi. Ambisi ini sebelumnya mengejutkan dunia, lantaran tren deforestasi dan rekam jejak kasus HAM di negeri ini.

Setelah satu generasi berusaha memerangi kemiskinan, menghentikan laju penebangan hutan dan memperbaiki kondisi perburuhan, banyak analis mengatakan bahwa kekacauan politik di Brasil justru telah mengubah arah kebijakan Brasil. Setelah pemecatan Presiden Dilma Rousseff tahun lalu atas tuduhan korupsi, dan penggantinya, Michel Temer - yang terlibat dalam skandal etika - telah sepakat membatalkan perlindungan hutan di seluruh wilayah termasuk Amazon.

Masih tulis Reuters, pengembangan kelapa sawit di Brasil diawali tahun 2010, sebelumnya mantan presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva memandang kelapa sawit sebagai cara untuk meningkatkan pendapatan ekspor dan pendapatan petani. Untuk saat ini, sebagian besar produksi minyak kelapa sawit di negara ini tersebar ke negara bagian utara-tengah Pará, di mana iklim Amazon sangat ideal untuk budidaya tanaman ini. Tapi Embrapa melihat dibutuhkan tambahan lahan untuk minyak kelapa sawit, termasuk negara bagian Amazonas, barat Para, yang lahnnya sebagian besar berupa lahan padang rumput. (T3)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit