infosawit

Pasar Minyak Sawit Indonesia itu Unik Loh



Dosen Universitas Indonesia yang juga Ekonom INDEF, Berly Martawardaya
Pasar Minyak Sawit Indonesia itu Unik Loh

InfoSAWIT, JAKARTA - Pasar minyak sawit di Indonesia ini memang cukup unik. Selain sebagai produsen utamanya minyak sawit, faktanya, Indonesia juga produsen minyak sawit berkelanjutan (CSPO) utama di dunia. Tetapi produk-produk berbasis minyak sawit yang bersumber dari tidak merusak lingkungan itu masih jarang ditemui di pasar minyak sawit di Indonesia. Kalaupun ada, hanya beberapa produk saja ditemui. Sebagian besar produk itu masih didapat dari impor.

Dosen Universitas Indonesia yang juga Ekonom INDEF, Berly Martawardaya, mengatakan, meningkatkan kesadaran konsumen di Indonesia supaya peduli terhadap produk berbasis ramah lingkungan masih butuh waktu yang tidak pendek.

Masih dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap produk berbasis ramah lingkungan, perlu juga dimunculkan demand untuk produk-produk yang berkualitas dan bersumber dari proses yang tidak merusak lingkungan. “Cara ini bisa diselerasikan tanpa harus menunggu masyarakat peduli karena untuk saat ini masyarakat belum mapan ke arah sana (kepedulian terhadap lingkungan),” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini.

Di Indonesia, tutur Berly, sebetulnya jalan untuk perbaikan industri kelapa sawit dalam menerapkan praktik berkelanjutan itu sudah dimulai dan berpeluang dilakukan.  Saat ini sudah ada lembaga yang fokus dalam skim berkelanjutan, seperti, RSPO. Sejak lima tahun silam pemerintah Indonesia juga telah menetapkan standar praktik budidaya kelapa sawit berkelanjutan yang terangkum dalam Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Berly menilai, kebijakan ISPO sudah cukup diterapkan dengan bagus. ISPO lebih ditujukan untuk kepentingan lingkungan di Indonesia. Artinya, lebih banyak mengadopsi kepentingan lingkungan di dalam negeri. “ ISPO itu milik kita sendiri sehingga negara luar belum begitu percaya,” katanya.

Lantas, kapan masyarakat di Indonesia akan peduli terhadap lingkungan dan kapan industri mulai menerapkan prinsip sustainability secara sukarela dan masif? Tentu itu membutuhkan riset dan hitungan matang. Ini butuh waktu yang cukup panjang.

Tetapi yang pasti, tutur Berly, perlu dimunculkan perusahan-perusahaan perkebunan kelapa sawit yang sudah menerapkan praktik budidaya berkelanjutan sesuai skim RSPO di masa mendatang dan telah mendapat sertifikat RSPO kehadapan publik. Mereka dijadikan contoh bagi perusahaan lain yang belum menerapkan praktik berkelanjutan.

Langkah ini bisa disusul dengan dorongan demand produk sawit berkelanjutan dari masyarakat. Upaya itu, diakui Berly, tetap membutuhkan waktu, tetapi memiliki peluang yang cukup tinggi untuk diterapkan. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit