infosawit

Restorasi Gambut Indonesia Diakui Dunia di GLF



Deputi Konstruksi dan Pemeliharaan Badan Restorasi Gambut (BRG), Alue Dohong (kananan) dalam sesi wawancara di GLF, Bonn, Jerman.
Restorasi Gambut Indonesia Diakui Dunia di GLF

InfoSAWIT, BONN – Dalam kegiatan Side Event Global Landscapes Forum (GLF) bertema “Peatland”di Pavilion Jerman, pada Kamis (20/12/2017) lalu, terdapat kejadian yang sangat menarik, lantaran ada tiga pembicara di forum tersebut yang mengakui kegiatan Indonesia terkait restorasi lahan gambut, sebagai langkah tepat.

Diceritakan, Deputi Konstruksi dan Pemeliharaan Badan Restorasi Gambut (BRG), Alue Dohong, salah satu sesi yang pembicaranya adalah Prof. Hans Joosten (Greifswald University/Greifswald Mire Center), Diana Kopansky (UNEP, Coordinator GPI), dan Dr. Tobias Selatho (Ramsar Convention Secretary). Ketiganya dalam presentasi yang disampaikan justru mengakui keberhasilan Indonesia dalam merestorasi, pengelolaan, dan proteksi lahan gambutnya baik dari segi legal framework maupun aksi-aksi nyata di lapangan.

Semisal Prof. Hans Joosten menyatakan bahwa pada kurun waktu 2016-2017 Indonesia telah merestorasi gambutnya melebihi total luasan restorasi gambut yang dilakukan gabungan seluruh negara-negara Uni Eropa selama ini. Bahkan, cerita Alue Dohong,  Prof. Joosten menyatakan luasan capaian restorasi gambut Indonesia, tercatat sebagai keberhasilan dalam sejarah restorasi gambut global. “Oleh sebab itu, Prof. Hans Joosten menganjurkan agar negara-negara di dunia termasuk negara-negara UEropa dapat belajar dan menimba pengalaman Indonesia dalam merestorasi gambut,” catat Alue Dohong, dalam informasi yang didapat InfoSAWIT, belum lama ini.

Sementara itu, Diana Kopansky (UNEP) dan Tobias Selatho (Ramsar Convention) mengungkapkan pujian yang senada terutama terkait dengan keberhasilan Indonesia meletakkan fondasi regulasi yang solid dan aksi nyata kegiatan restorasi, pengelolaan, dan proteksi gambut di Indonesia.

Diana Kopansky menambahkan bahwa Democratic Republic of Congo (DRC) dan Congo Republik pasca menghadiri the 2nd Partners Meeting of Global Peatlands Initiative (GPI) yang diselenggarakan di Jakarta pada Mei 2017 lalu, telah membentuk Peatland Unit (semacam lembaga pemerintah yang khusus menangani gambut) di negara masing-masing dengan belajar dari pengalaman Indonesia. “Untuk itu, ketiga pembicara tersebut meminta negara-negara pemilik gambut meniru leadership Indonesia di dalam merestorasi, mengelola dan memproteksi gambutnya secara bijaksana dan berkelanjutan. “katanya.

Dalam acara tersebut Alue Dohong menyampaikan kepada seluruh peserta bahwa, Pemerintah Indonesia dibawah kepemimpinan presiden Bpk Jokowi memilki komitmen yang sangat serius di dalam pengelolaan, perlindungan dan restorasi gambut di Indonesia. Komitmen tinggi tersebut diwujudkan dalam pengeluaran peraturan-peraturan antara lain: 1) PP No. 57/2016 tentang pengelolaan dan perlindungan ekosistem gambut; 2) Perpres No. 1/2016 tentang Pembentukan Badan Restorasi Gambut (BRG); 3) Instruksi Presiden No. 6/2017 tentang perpanjangan moratorium konversi hutan primer dan lahan gambut; 4) Permen LHK No. 14/2017 tentang Inventarisasi dan Penetapan Fungsi Ekosistem Gambut; 5) Permen LHK No. 15/2017 tentang Tatacara pengukuran TMA pada titik penaatan di ekosistem gambut, dan 6) Permen LHK No.16/2017 tentang Petunjuk Teknis Pemulihan Eksosistem Gamhut.

Lebih lanjut tutur Alue Dohhong, disamping peletakan fondasi regulasi tersebut, Pemerintah Indonesia bersama para pihak secara nyata melakukan restorasi gambut dalam mewukudkan target restorasi gambut minimal 2 juta ha sampai tahun 2020.

Dengan adanya pengakuan global tersebut tentu menjadi cambuk sekaligus tantangan bagi bangsa Indonesia dalam merealisasi target restorasi, pengelolaan, dan perlindungan ekosistem gambut untuk kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan fungsi, nilai dan jasa ekonomi, sosial dan lingkungan ekosistem gambut di Indonesia. “Semua ini akan bisa terwujud apabila kita lakukan secara bersama-sama (collective action) dan mari kita buktikan pada dunia bahwa Indonesia adalah pemimpin dunia dalam restorasi, pengelolaan & perlindungan ekosistem gambut,” tandas Alue. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit