infosawit

Konflik Anak Usaha Wilmar dan Warga Pecah



Konflik Anak Usaha Wilmar dan Warga Pecah

InfoSAWIT, SAMPIT - Dewan Perwakilan Daerah (DRPD) Kotawaringin Timur mengecam tindakan Perusahaan PT Bumi Sawit Kecana (BSK) II Wilmar Group di Desa Sebabi, Kecamatan Telawang yang melakukan tindakan kekerasan terhadap warga setempat menggunakan aparat keamanan untuk menyelesaikan konflik lahan.

Wakil Ketua DPRD Kotim, H Supriadi berharap, Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, bisa bersikap tegas dengan mencabut izin perusahaan yang melakukan tindakan kekerasan terhadap warga menggunakan oknum aparat penegak hukum.

“Gubernur harus tegas. Cabut izin perusahaan yang melakukan tindakan kekerasan menggunakan oknum aparat kepolisian. Kasihan warga yang memperjuang haknya harus mendapatkan kekerasan seperti itu,” tutur H Supriadi, Jumat (22/12/2017) lalu seperti dikutip Kalteng Pos.

Dikatakannya, konflik antara warga dengan perusahaan kelapa sawit, Wilmar Group khususnya di wilayah itu telah berlangsung sejak lama. Klaim lahan dilakukan, karena warga merasa hak tanahnya dirampas dan terjadi kesewenang-wenangan, lantaran perusahaan selalu beralasan telah membeli lahan itu.  Yang sangat disayangkan, perusahaan selalu mengandalkan aparat penegak hukum untuk berbenturan dengan warga.

Lebih lanjut kata Supriadi, tugas kepolisian itu sudah jelas melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.  Jangan sampai masyarakat menjadi korban lagi karena mereka mempertahankan hak tanahnya dirampas. “Tentu ini tidak adil, dan orang nomor satu di Tambun Bungai (Gubernur red) harus memberikan tindakan tegas untuk membantu masyarakat,” tutur Supriadi.

Semenyata Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menyesalkan terulangnya insiden penembakan terhadap warga oleh aparat keamanan. Sebelum kasus penembakan terhadap petani, Agus dan Abu Saman, aparat keamanan dan pengamanan PT Bumi Sawit Kencana (BSK) juga pernah melakukan kekerasan terhadap warga lainnya.

Karenanya, Direktur Walhi Kalimantan Tengah, Dimas Hartono, mendesak Polri mengusut tuntas kekerasan dan penembakan terhadap Agus dan Abu Saman di perkebunan kelapa sawit PT BSK, Kecamatan Mentaya Hulu, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Senin (18/12/2017) lalu. PT BSK merupakan anak perusahaan Wilmar Group.

"Bukannya menyelesaikan konflik agraria yang terjadi, aparat keamanan justru menggunakan pendekatan kekerasan dan keamanan untuk menyelesaikan konflik," ujarnya, Minggu (24/12/2017), seperti dikutip Antara. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit