infosawit

Sejumlah Perusahaan Sawit Catat Kenaikan Produksi TBS



Sejumlah Perusahaan Sawit Catat Kenaikan Produksi TBS

InfoSAWIT, JAKARTA – Merujuk laporan dari perusahaan, produktivitas dinilai menjadi poin penting bagi industri sawit di Indonesia. Sebelumnya PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. juga menaikkan target produksi TBS pada tahun 2018.

"Target kenaikan produksi tandan buah segar pada tahun 2018 sebesar 5% hingga 10%," ujar Direktur dan Investor Relation PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk., Andi W Setianto seperti dikutip Kontan.

Peningkatan tersebut akan dicapai dengan melakukan peremajaan bagi tanaman yang sudah tidak produktif. Hal tersebut akan meningkatkan produktivitas tanaman sawit. Seperti yang dilakukan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk., (SSMS). Dikatakan Direktur Keuangan & Direktur Independen SSMS, Nicholas  J. Whittle, akibat berakhirnya cuaca buruk pada tahun 2016 membuat produksi tandan buah segar (TBS) dan Crude Palm Oil (CPO) SSMS terhambat.

Di tahun 2017, produksi kelapa sawit SSMS mulai meningkat. Berdasarkan laporan keuangan periode sembilan bulan, produksi TBS SSMS 2017 naik 37,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2016. Produksi TBS SSMS pada periode Januari hingga September 2017 sebanyak 938.025 ton.

Peningkatan produksi TBS ikut mengerek produksi CPO. Total produksi CPO hingga kuartal tiga sebesar 262.356 MT naik 36,5% dibandingkan tahun lalu. Melihat peningkatan produksi 2017, Nicholas yakin produksi tahun 2018 akan ikut naik. "Periode cuaca buruk sudah selesai, cuaca penting bagi produksi," terang Nicholas, pada Paparan Publik, Kamis, (28/12/2017) yang dihadiri InfoSAWIT.

Tercatat SSMS juga bakal melakukan perluasan lahan yang ditargetkan hingga 2020. Lahan utama SSMS sebesar 97.335 hektare (Ha) dengan areal tanam 70.840 Ha. Melihat belum maksimalnya penanaman, SSMS akan melakukan perluasan tanam. Nicholas bilang akan melakukan perluasan sebesar 4.000 Ha hingga 5.000 Ha tiap tahunnya.

Sementara di tahun 2018 kedepan, bagi PT Austindo Nusantara Jaya Tbk., bakal melakukan  pembangunan pabrik kelapa sawit dan pabrik inti sawit di wilayah Papua Barat dengan estimasi investasi senilai US$ 21,3 juta.

Ini dilakukan lantaran produksi TBS perusahaan inti terus meningkat, jika per September 2016 baru mencapai 471.972 ton, maka sampai September 2017 meningkat menjadi 515.263 ton, kenaikan ini belum menghitung peningkatan produksi TBS dari pihak ketiga.

Dalam Media Gathering yang dihadiri InfoSAWIT, pekan lalu, perusahaan berkode saham ANJT itu juga bakal membangin pengolahan edamame beku dengan estimasi nilai US$ 6,4 juta di wilayah Jember, Jawa Timur. Lantas akan melakukan penanam dengan luasan sekitar 3000 ha di Papua. “Kami berencana melakukan penanaman baru seluas 3000 ha di Papua dan 1000 ha di Bagian Barat,”tutur Direktur PT ANJ Tbk., Geetha Govindan. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit