infosawit

Tahun 2018, Diprediksi Harga Komoditas Perkebunan Naik



Tahun 2018, Diprediksi Harga Komoditas Perkebunan Naik

InfoSAWIT, JAKARTA  - Memasuki tahun 2018 tercatat ada kenaikan harga-harga komoditas. Merujuk analisa Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, tren harga komoditas global akan terus membaik pada tahun ini. Misalnya, tren kenaikan harga minyak mentah dan batubara. Harga minyak mentah dunia bahkan bisa menembus US$ 80 per barel.

Kondisi ini terjadi karena adanya kenaikan permintaan komoditas energi oleh Tiongkok dan Amerika Serikat. Pemulihan industri manufaktur di dua negara itu membutuhkan pasokan energi yang cukup besar.

Sementara dari sisi suplai, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian pemangkasan produksi minyak OPEC membuat harga bergerak naik.

Komoditas global yang paling tinggi kenaikannya adalah komoditas energi, yakni minyak mentah, batubara, disusul minyak sawit dan karet. Bahkan, ada optimistisme, harga komoditas 2018 bisa naik lagi seperti 2011, hanya saja kecepatan perbaikan harga itu tergantung pada proses pemulihan ekonomi global. “Harga komoditas dunia terus membaik pada 2018. Bahkan, kelihatannya 2018 akan menjadi tahun commodity boom,” kata dia seperti dikutip InfoSAWIT dari Investor Daily, pekan lalu.

Sementara analis PT Danareksa, Lucky Bayu Purnomo, mengatakan, selain adanya prediksi peningkatan harga komoditas energi,  pada 2018, sektor perkebunan juga akan menunjukkan perbaikan harga.

Sebelumnya, harga komoditas perkebunan sepanjang 2017 cenderung masih lemah karena harga minyak dunia pada 2017 belum mengalami perubahan atau masih di level US$ 50 per barel. “Akibatnya, sektor atau komoditas perkebunan dihindari. Ke depan, sektor perkebunan akan menikmati perhatian pasar sehingga harga naik. Setidaknya, mulai semester II-2018 itu akan terjadi,” jelas dia. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit