infosawit

Perluas Pasar Ekspor di 2018, Kemendag Perbanyak Misi Dagang dan Kerjasama



Perluas Pasar Ekspor di 2018, Kemendag Perbanyak Misi Dagang dan Kerjasama

InfoSAWIT, JAKARTA - Merujuk keterangan resmi yang diterima InfoSAWIT, Kamis, (4/1/2018), Kementerian Perdagangan (Kemendag) secara serius telah berupaya meningkatkan perdagangan di kawasan Afrika dengan Afrika Selatan, Nigeria, dan Mesir. Salah satunya, dengan melakukan misi dagang. Sedangkan di kawasan Amerika Latin, Kemendag masuk melalui Chile dengan menyelesaikan Kesepakatan Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Chile (IC CEPA) dan misi dagang.

Perundingan perdagangan internasional tahun 2016 juga telah mencatatkan beberapa pencapaian. Keempat perundingan regional tersebut adalah ASEAN-Hong Kong Free Trade Agreement (FTA), ASEAN-Hong Kong Investment Agreement, Protokol Perubahan Persetujuan ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership (AJCEP), dan Protokol Amandemen ASEAN Comprehensive Investment Agreement (ACIA).

Dalam lingkup kerja sama bilateral, perundingan yang telah selesai adalah Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dan perjanjian perdagangan Indonesia-Palestina. Indonesia-Chile CEPA menghapus bea masuk ke Chile menjadi 0% untuk 7.669 pos tarif Chile. Jumlah ini mencakup 94,5% nilai ekspor Indonesia ke Chile tahun 2016. Chile juga memberi pengurangan tarif hingga 50% terhadap 199 produk Indonesia lainnya.

Indonesia dan Palestina juga telah menandatangani nota kesepahaman berupa penerapan bea masuk sebesar 0% bagi kedua negara. Penerapan bea masuk 0% untuk produk Palestina dimulai dengan kurma dan minyak zaitun. Di sisi lain, Palestina akan menyerahkan daftar produk-produk yang perlu diimpor dari Indonesia dan Palestina akan menerapkan bea masuk yang sama sebesar 0%.

Masih merujuk laporan Kemendag, Indonesia akan kembali melanjutkan enam perundingan di tahun 2018. Perundingan-perundingan tersebut adalah Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), Indonesia-European Free Trade Association FTA, Indonesia-European Union CEPA, Indonesia-Iran Preferential Trade Agreement (PTA), Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), dan Indonesia-Malaysia Border Trade Agreement (BTA).

Indonesia juga akan menyelesaikan review Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement, Indonesia-Pakistan PTA, Masyarakat Ekonomi ASEAN, ASEAN-Australia-New Zealand FTA, dan ASEAN-India FTA di tahun 2018 ini. Tahun ini Indonesia telah memulai perundingan Trade in Goods (TIG) dengan Turki.

Terdapat beberapa PTA yang juga telah dimulai yaitu dengan Nigeria, Sri Lanka, dan Banglades. Tahun ini juga terdapat Indonesia-Eurasia CEPA yang telah dimulai. Di tahun 2018, akan ada beberapa perundingan bilateral dan satu perundingan regional yang diinisiasi. Perundingan bilateral tersebut adalah TIG dengan Peru; PTA dengan Kenya (East African Community/EAC), Mozambik, Afrika Selatan (South Africa Custom Union/SACU), dan Maroko; serta CEPA dengan Culf Cooperation Council (GCC). Sementara itu perundingan regional adalah ASEAN-Kanada FTA. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit