infosawit

Glenn Fredly Bakal Gelar Konferensi Musik dan Lingkungan



Glenn Fredly Bakal Gelar Konferensi Musik dan Lingkungan

InfoSAWT, JAKARTA – Pada Kamis pekan lalu, salah satu musisi nasional Glenn Fredly, bertandang ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan ditemui langsung oleh Menteri LHK, Siti Nurbaya. Glen ini dikenal sebagai musisi yang peduli pada lingkungan.

Pertemuan antara musisi dan Menteri ini untuk membahas satu tema besar, yaitu kolaborasi menjaga hutan indonesia. Glenn Fredly direncakan bakal menggelar Konferensi Musik Indonesia pada bulan Maret 2018 yang akan datang dengan tema Sinkronisasi Musik dalam menunjang aspek Lingkungan Hidup.

"Keterlibatan Kementerian LHK dinilai sangat penting, karena wahana kegiatan mereka nanti akan terintegrasi dan terbangun dalam satu tema, yaitu menjaga hutan" ujar Siti Nurbaya, seperti dikutip InfoSAWIT dari twitter resminya.

Rencananya kegiatan itu bakal diisi dengan memperkenalkan produk hasil hutan, konsep eco friendly dan mitra potensial, mendorong petisi #JagaHutan membuat lagu tentang hutan, dan menyampaikan pesan perlindungan hutan.

Sementara dikatakan Glen, keterlibatan Kementerian LHK sangat penting, lantaran wahana kegiatan mereka nanti akan terintegrasi dan terbangun dalam satu tema, yaitu menjaga hutan. “Kegiatan kami nanti akan terintegrasi dan terbangun dalam satu tema untuk menjaga hutan,” tandas Glen.

Sementara itu isu kerusakan hutan atau deforestasi acap kali dikaitkan dengan pengembangan komoditas berbasis lahan, seperti perkebunan kelapa sawit dan Hutan Tanaman Industri (HTI), padahal dilapangan perlu dilakukan kajian lebih lanjut.

Sejatinya isu deforestasi atau kerusakan hutan telah muncul dalam beberapa tahun terakhir. Untuk memastikannya pada tahun 2014 lalu, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) telah melakukan riset terhadap isu-isu yang berdampak bagi pengembangan perkebunan kelapa sawit di dunia.

Dituturkan Country Director untuk Kegiatan RSPO di Indonesia, Tiur Rumondang, dari hasil riset tersebut didapat tiga isu besar lingkungan, yakni pertama isu Deforestasi, isu ini menempati urutan tertinggi dengan pemberitaan hingga 54%.

Lantas disusul isu Gas Rumah Kaca (GRK) dari hasil riset menunjukan sekitar 26% pemberitaan. Serta yang ketiga adalah isu rusaknya biodiversiti, isu ini juga mencakup sekitar 26% pemberitaan.

Lebih lanjut tutur Tiur, ketiga isu itu harus ditanggapi serius bagi para pelaku perkebunan kelapa sawit di Indonesia. “Ini adalah isu yang bila tidak ditanggapi bakal menjadi resiko, sebab itu harus menjadi perhatian kita,” katanya saat meluncurkan laporan Mengelola Risiko Kelapa Sawit, di Jakarta yang dihadiri InfoSAWIT, belum lama ini di Jakarta. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit