infosawit

Genjot Ekspor,Indonesia-Turki Perkuat Kerja sama Dagang



Genjot Ekspor,Indonesia-Turki Perkuat Kerja sama Dagang

InfoSAWIT, JAKARTA - Indonesia dan Turki secara resmi memulai perundingan dagangatauIndonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement(IT-CEPA) awal tahun ini. Putaran pertama IT-CEPA dilangsungkan pada 8-9 Januari 2018 di Hotel Shangrila, Jakarta setelah sempat tertunda cukup lama.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional, Kementerian Perdagangan dansekaligus Ketua Juru Runding Indonesia untuk IT-CEPA, Iman Pambagyo. Sementara itu, Delegasi Turki dipimpin oleh Director-General for the EU Affairs, Ministry of Economy of Turkey, Murat Yapici.

“Pada perundingan putaran pertama ini, kedua belah pihak membahas Terms of Reference(ToR) IT-CEPA, serta menyamakan persepsi terkait isu-isu yang terkait dengan perdagangan barang, seperti, rules of origin(ROO), customs and trade facilitation, trade remedies, technical barrier to trade, sanitary and phytosanitary, dan legal matters,” jelas Imandalamketeranganresmi yangditerimaInfoSAWIT, Rabu (10/1/2018).

Inisiasi perundingan IT-CEPA yang terlaksana di bulan Januari 2018 ini merupakan tindak lanjut atas penandatanganan Joint Ministerial Statementantara Menteri Perdagangan Indonesia, Enggartiasto Lukita; dan Menteri Ekonomi Turki, Nihat Zeybekçi di Ankara, Turki pada 6 Juli 2017 lalu.

Penandatanganan tersebut disaksikan Presiden Indonesia, Joko Widodo dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdo?an. Kedua Kepala Negara memandatkan perundingan selesai sesegera mungkin. Presiden Joko Widodo dan Presiden Erdo?an juga menargetkan nilai perdagangan Indonesia-Turki menjadi US$ 10 miliar pada tahun 2030.

Menurut Iman, perundingan IT-CEPA akan meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke Turki secara signifikan dengan mengeliminasi hambatan perdagangan kedua negara, baik hambatan tarif maupun nontarif. Perundingan ini juga diharapkan akan berkontribusi memulihkan kinerja ekspor Indonesia ke Turki, yang pada periode 2012-2016 turun secara substansial.

“Permasalahan utama yang dihadapi produk Indonesia di pasar Turki adalah tarif bea masuk yang lebih tinggi dan tambahan bea lainnya dibandingkan negara pesaing kita yang telah memiliki perjanjian dengan Turki. Diharapkan, CEPA dapat meningkatkan daya saing produk kita di sana,” ujar Iman.

Perundingan IT-CEPA akan dilakukan dengan pendekatan bertahap (incremental). Fokus awal adalah kesepakatan di bidang perdagangan barang yang ditargetkan selesai dan ditandatangani akhir 2018. Hal ini dilakukan untuk mempercepat implementasi sehingga eksportir Indonesia dapat segera memanfaatkan IT-CEPA. Pada tahapan berikutnya, perundingan difokuskan pada bidang perdagangan jasa, investasi, dan bidang lainnya.

“Akselerasi penyelesaian negosiasi dengan Turki sangat penting untuk mitigasi penurunan nilai ekspor Indonesia akibat kalah saing dengan produk negara tetangga,” tandasIman.

Total perdagangan Indonesia-Turki pada tahun 2016 mencapai US$ 1,33 miliar. Ekspor Indonesia sebesar US$ 1,02 miliar dan impor sebesar US$ 311,1 juta, dengan surplus bagi Indonesia sebesar US$ 712,9 juta. Turki merupakan negara tujuan ekspor nonmigas ke-28 dan negara asal impor nonmigas ke-34 bagi Indonesia pada tahun 2016. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit