infosawit

Produk Riset Sawit di Indonesia Belum Kuat



Produk Riset Sawit di Indonesia Belum Kuat

InfoSAWIT, JAKARTA - Hasil penelitian faktanya menjadi salah satu penunjang yang sangat penting, utamanya dalam menjaga industri perkebunan kelapa sawit dari serangan negatif yang acapkali tidak berdasarkan kaidah ilmiah.

Banyak isu lingkungan yang dilayangkan ke industri minyak sawit ini, sementara pelaku sendiri seolah tidak berdaya, sementara pemerintah pun tak bisa berkutik akibat alokasi dana yang terbatas, kendati kini ada Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit, namun porsinya masih sangat kecil.

Penelitian guna menunjang bertumbuhnya industri kelapa sawit nasional seolah menjadi prioritas yang kesekian. Padahal Indonesia semenjak dulu telah memiliki berbagai lembaga penelitian baik yang berada dibawah payung pemerintah maupun swasta.

Sayangnya hingga saat ini lembaga penelitian itu belum bisa memberikan hasil penelitian yang maksimal, utamanya terkait tudingan sektor lingkungan, yang ada malah lembagalembaga riset itu masih terlihat berjalan sendiri-sendiri dan bahkan terkesan masih saling bertabrakan dalam melakukan penelitian.

Padahal dikatakan peneliti Balai Penelitian Tanah, Maswar, masing-masing lembaga penelitian telah memiliki tupoksi (tugas pokok dan fungsi) masing-masing yang diterjemahkan dalam program visi dan misi masing-masing institusi.

Namun demikian, Maswar mengakui, koordinasi dan sinergi antara institusi riset dengan institusi riset lainnnya masih belum terkoordinasi dengan baik. ”Masih belum optimal berintegrasi sampai saat ini,” tutur dia kepada InfoSAWIT.

Koordinasi memang penting apalagi bila ditelusuri dari awal lahirnya lembaga-lembaga riset itu sangat terlihat jelas perbedaan garis kerjanya, misalkan saja Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), lembaga ini semestinya berkosentrasipada penelitian yang sifatnya basic atau discovery, sehingga tidak boleh melakukan riset hingga pada taraf aplikasi teknologinya.

Sebab untuk langkah riset hingga mencapai aplikasi teknologi telah menjadi wewenang Badan Pengkajian & Penerapan Teknologi (BPPT) yang memang memiliki fungsi guna mengkaji lebih jauh penelitian yang ditemukan oleh peneliti LIPI. Maka oleh BPPT penelitian itu mulai ditarik ke ranah aplikasi teknologinya.

Sementara bagi lembaga profesi MAKSI hasil peneltiannya bakal lebih bersifat ke penelitian yang terfokus pada satu bidang seperti komoditi kelapa sawit. Namun demikian fungsi MAKSI seolah bertabrakan dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit yang juga berfokus pada satu bidang komoditas kelapas awit.

Adanya tumpang tindih kegiatan penelitian ini diakui Indra Budi Susetyo dari Direktorat Teknologi Agroindustri Badan Pengkajian & Penerapan Teknologi (BPPT), lantaran kata dia peran lembaga penelitian yang ada di Indonesia masih terlihat rancu.

Ini terjadi akibat pelaksanaan riset di lembaga penelitian masih tergantung pada pelaksana atau peneliti atas dasar intepretasi regulasi pengatur. Wajar bila kemudian beberapa lembaga penelitian mencatat hasil penelitian yang serupa.

Maka itu diperlukan kerjasama dan koordinasi yang baik diantara lembagalembaga penelitian, sehingga sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang telah ditetapkan. (Artikel pernah diterbitkan pada Majalah InfoSAWIT edisi Desember 2012)  


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit