infosawit

Kisah Seruyan Hasilkan Minyak Sawit Berkelanjutan (Bagian I)



Kisah Seruyan Hasilkan Minyak Sawit Berkelanjutan (Bagian I)

InfoSAWIT, JAKARTA - Pemerintah tidak bisa sendirian dalam mendorong praktik budidaya kelapa sawit ramah lingkungan, semua pihak mesti berkontribusi, sehingga harapannya produksi sawit ramah lingkungan bisa terwujud.

Saat ini asap sudah menghilang dari banyak kepulauan Indonesia dan Semenanjung  alaysia. Sebagai buntut dari kebakaran, kita, sebagai pemimpin pemerintah, perusahaan dan masyarakat sipil, harus bertanya pada diri sendiri: bagaimana kita memastikan bahwa kebakaran ini tidak pernah terjadi lagi?

Kebakaran hutan, lahan dan gambut, seperti begitu banyak masalah lingkungan lainnya, tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah saja. Pemerintah daerah dan nasional, perusahaan, masyarakat sipil dan masyarakat adat harus bekerja sama untuk menemukan solusi untuk masalah lingkungan seperti kebakaran hutan, deforestasi dan degradasi hutan.

Pada tulisan ini saya akan berbagi bagaimana Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Indonesia, bisa berfungsi sebagai model untuk mengatasi tantangan lingkungan, seperti kebakaran hutan, di masa depan. Ini terkait inisiatif kami untuk sertifikasi produksi minyak kepala sawit di seluruh Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Impian kami di Seruyan adalah memastikan bahwa semua komoditas yang berasal dari daerah kami, sepertiminyak kelapa sawit, diproduksi secara berkelanjutan. Di masa depan, dengan membeli minyak kelapa sawit dari Seruyan,

pembeli dan konsumen akan mengetahui bahwa komoditas tersebut diproduksi olehperusahaan dan petani tanpa menyebabkan deforestasi atau degredasi lahan gambut. Mereka juga akan mengetahui bahwa pembukaan lahan tidak menggunakan metode pembakaran atau perampasan lahan milik adat.

Impian kami ini sejalan dengan aspirasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Pada Bulan Juni dua tahun yang lalu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah mencanangkan targetnya untuk memastikan agar seluruh minyak sawit yang diproduksi dan diproses di Kalimantan Tengah disertifikasi sebagai produk yang berkelanjutan. Kabupaten Seruyan adalah kabupaten pertama yang merintis pelaksanaan komitmen tersebut.

Kita tidak terlalu mementingkan sistem sertifikasi mana yang digunakan. Di Indonesia, ada skema sertifikasi yang disebut Sistem Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO). ISPO adalah skema yang memberikan sertifikasi kepada mereka yang memenuhi peraturan pemerintah dan diwajibkan bagi seluruh perusahaan kelapa sawit, sebagai pemerintah tentunya kami pasti mendukung pelaksanaan ISPO. Namun tidak hanya ISPO, karena kami ingin komoditas dari Seruyan juga bisa masuk ke pasar internasional maka sertifikasi dari Forum Meja Bundar untuk Kelapa Sawit Berkelanjutan atau RSPO dan forum-forum lain yang setara juga penting bagi kami.

Terpenting adalah bagaimana caranya menghilangkan resiko-resiko keberlanjutan yang dihadapi oleh para pelaku yang terlibat dalam rantai pasok minyak kelapa sawit di Kabupaten Seruyan. Perusahaan dan petani saat ini menghadapi masalah-masalah tersebut yang tidak dapat ditangani hanya oleh mereka sendiri. Masalah-masalah tersebut harus ditangani dan diselesaikan di tingkat yurisdiksi dengan dukungan penuh oleh pemerintah. Pemerintah Kabupaten Seruyan, berkomitmen untuk menghilangkan resiko-resiko tersebut dengan mengembangkan rantai pasok minyak kelapa sawit yang berkelanjutan.

Apabila resiko-resiko tersebut kemudian berhasil di selesaikan maka diyakini semua pelaku – perusahaan maupun petani – dapat memproduksi kelapa sawit sesuai dengan standar keberlanjutan yang berlaku. Apabila seluruh produsen di suatu daerah sedang berupaya menerapkan produksi yang berkelanjutan maka seluruh daerah itu seharusnya dapat disertifikasi sebagai daerah yang berkelanjutan.

Lantas, bagaimana Kabupaten Seruyan berupaya dalam mengurangi resiko-resiko yang dihadapi oleh produsen untuk mencapai produksi sawit yang keberlanjutan? Perusahaan-perusahaan memang mempunyai kapasitas yang lebih besar untuk beralih ke sistem produksi yang berkelanjutan, tetapi petani kecil menghadapi tantangan besar dalam mengubah sistem produksi mereka. (Penulis: Bupati Seruyan, Sudarsono, Terbit di Majalah InfoSAWIT Edisi November 2015)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit