infosawit

Pergantian Tahun di Kampung Sawit (Bagian I)



Pergantian Tahun di Kampung  Sawit (Bagian I)

InfoSAWIT, JAKARTA – Pergantian tahun kerap kali menjadi waktu yang ditunggu bagi sebagian masyaraat di Indonesia. Kembang api dan sejumlah pagelaran seni seolah rutin mengisi saat memasuki pergantian malam tahun baru.

Lantas bagaimana pergantian tahun itu di kampung sawit yang notabene jauh dari kota dan berada di remote area. Mislanya di Dusun Sumber Makmur hanya berisi kegiatan bertani kelapa sawit sebagai rutinitas. Maka, jangan heran jika tiada kegiatan istimewa di kampung yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani kelapa sawit itu.

Begitu pun jika malam hari. Suasana kampung yang tiada penerangan listrik PLN, membuat warga memilih tinggal di rumah masing-masing untuk beristirahat selepas meronda kebun sawit. Kegiatan pengamanan kebun yang berlangsung hampir tiap malam, sepanjang tahun.

Namun, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, saat memasuki malam tahun baru dusun itu terlihat sedikit berbeda. Ada kesibukan baru, seperti hendak mau ada hajatan. Beberapa ibu terlihat menyiapkan hidangan kecil, sebagian kaum pria merapihkan masjid. Rupanya, di masjid itu akan digelar pengajian, berlangsung hingga pergantian tahun baru. “Acara pengajian ini rutin dilakukan setiap pergantian tahun,” ujar Jamani, warga dusun yang juga ketua KUD Sawit Mandiri, kepada InfoSAWIT.

Tepat pukul 8 malam, acara pengajian dimulai. Setidaknya sekitar 60 warga menghadiri acara itu, dari warga sejumlah rukun tetangga Dusun Sumber Makmur yang mencapai 170 orang. “Walau tidak semua warga hadir tetapi setiap rukun tetangga pasti ada wakilnya,” kata Jamani yang asal Lumajang, Jawa Timur itu.

Acara pengajian diisi ceramah dari ustad setempat yang dilanjutkan dengan doa bersama. Acara selesai tepat saat pergantian malam, selepas itu warga pun bersiap pulang ke rumah masing-masing.

Seperti tertulis pada InfoSAWIT edisi Februari 2012, kalau pun ada “selingan”, paling itu dari sekelompok pemuda dusun yang menyalakan petasan ukuran kecil. “Itu jumlahnya juga tidak seberapa. Hanya satu-dua biji saja,” papar Jumani yang sudah menjadi petani plasma sawit selama 17 tahun itu. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit