infosawit

Tak Ada Petasan di Kampung Sawit Dikala Pergantian Tahun (Bagaian II)



Tak Ada Petasan di Kampung Sawit Dikala Pergantian Tahun (Bagaian II)

InfoSAWIT, JAMBI – Saat pergantian tahun baru, seperti umumnya desa yang mayoritas pekebun sawit, dan jauh dari keramaian kota, kegiatan pergantian tahun baru lebih banyak diisi dengan kegiatan keagamaan.

Seprti yang dilakukan di Desa Suka Damai, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Menurut Kardiman, salah satu warga desa yang pernah menjadi ketua KUD Karya Tani itu, saat malam pergantian tahun situasi terlihat kondusif, tidak ada kegiatan yang mencolok. “Cuma ada acara istighotsah saja,” papar pria paruh baya itu.

Acara istighotsah diadakan selepas shalat Ashar yang berlanjut hingga menjelang malam. Ada sekitar 1.500 warga yang mengikuti acara doa bersama itu, dari seluruh warga dua desa yang berjumlah 1.700 kepala keluarga (KK). “Warga yang datang dari Desa Adi Jaya dan Suka Damai,” tutur Kardiman yang asal Kerinci itu kepada InfoSAWIT.

Untuk membiayai acara, warga berswadaya alias berpatungan. “Warga menyumbang seikhlasnya, terutama peserta dari majelis ta’lim,” tutur Kardiman, yang sudah menjadi  petani plasma selama 18 tahun.

Malam itu tidak ada suara petasan, apalagi kembang api. Bahkan, kebiasaan warga membuat api unggun hingga tengah malam, sudah lama ditinggalkan.

Seperti ditulis pada InfoSAWIT edisi Februari 2011, setiap menghadapi malam pergantian tahun, warga Desa Suka Damai lebih suka memilih mengisinya dengan doa bersama di masjid bersama dengan warga dari desa Adi jaya, yang dihadiri kalangan orang tua hingga remaja.

Biasanya doa bersama itu dilakukan secara bergiliran dari tiga Satuan Pemukiman (SP) yang ada di dua desa itu, dari SP3, SP4 dan SP5. Kebetulan tahun 2010 yang menjadi tuan rumah adalah SP 4. “Biasanya yang jadi tuan rumah dipilih bergiliran” kata Kardiman.

Acara dimungkinkan karena jarak antara satu SP dengan SP lainnya hanya berkisar antara 1,5 km hingga 2 km. Selepas menghadiri acara istighotsah biasanya warga langsung pulang ke rumah masing-masing.

Margono Trisuyanto, warga Desa Adi Jaya yang juga ketua KUD Harapan Makmur, mengakui, tidak ada acara khusus menyambut tahun baru. Hanya saja, ada saja warga yang berkumpul di simpangsimpang jalan menanti pergantian malam dengan acara bakar ayam. “Hanya kumpul bareng saja,” kata dia kepada InfoSAWIT.

Biasanya, kegiatan itu berlangsung sejak jam 8 malam hingga selepas detik-detik pergantian tahun. Warga biasanya berpatungan atau ada warga yang sudah menyiapkan hidangan dari rumah. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit