infosawit

SPSK: Replanting Sawit Jangan Sampai Salah Sasaran



SPSK: Replanting Sawit Jangan Sampai Salah Sasaran

InfoSAWIT, JAKARTA – Komitmen tinggi pemerintah dalam melakukan peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat disambut baik oleh para petani yang tergabung dalam Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS).

Bahkan program ini didukung penuh karena petani memang membutuhkan dana ini untuk digunakan membeli bibit sawit unggul, dan bisa menjadi solusi dalam meningkatkan produktivitas kebun kelapa sawit petani.

Namun demikian, Sabaraudindari Departeme Riset SPKS, mengingatkan, program yang baik untuk petani sawit inijangan justru salah sasaran karena sejatinya, dana tersebut diutamakan untuk petani sawit swadaya, bukan untuk petani plasma, yang notabene telah bermitra dengan perusahaan sawit. “Perlu dilihat juga, petani tidak bisa dipaksakan untuk bermitra dengan perusahaan ketika hendak mengakses dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) itu,” katanya kepada InfoSAWIT, Senin (22/1/2018).

Sebab itu, program yang telah ditargetkan mencapai 185 ribu hektar (ha) per tahun itu, jangan sampai kemudian mengesampingkan petani sawit swadaya. Sabarudin pun mempertanyakan,kelompok petani yang akan di-replanting itu dari mana? Jangan sampai dana tersebut kemudian hanya bisa diakses oleh petani plasma yang memang sudah bermitra dengan perusahaan sawit sejak lama.

“Sangat disayangkan bila ini benar karena dari total jumlah petani sawit di Indonesia, yang paling banyak memiliki  tantangan besar adalah petani sawit swadaya dan mereka seharusnya menjadi prioritas dalam mengakses dana BPDP-KS dan bisa bermanfaat bagi mereka (petani swadaya),” tandas dia.

Sebelumnya minggu lalu, Pemerintah kembali berkomitmen melanjutkan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di tahun 2018 ini. Provinsi Riau akan menjadi tempat pertama pelaksanaan Program PSR tersebut. Direncakanan, pada bulan Februari 2018. kebun sawit rakyat yang bakal diremajakan tersebar di 5 kabupaten, yakni, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Siak, dan Pelalawan.

Keterangan resmi dari Kementerian Koordinator bidang Perekonomian yang diterima InfoSAWIT, PSR menjadi penting karena diduga, dari seluas 4,7 juta hektar kebun kelapa sawit rakyat, sekitar 2,7 juta hektar perlu diremajakan. “Program peremajaan sawit rakyat ini sangat penting. Pemerintah ingin membantu rakyat, bukan mempersulit,” tutur Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Peremajaan Sawit Rakyat, minggu lalu di Jakarta.

Tahun 2018, pemerintah menargetkan, Program PSR seluas 185 ribu hektar dilaksanakan di 20 provinsi. Dengan kegiatan ini, pemerintah mengharapkan ada  nilai tambah produktivitas sebesar Rp 125 triliun pertahun. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit