infosawit

Mengenal Badrun, Si Pengawal Program PIR Sawit



Mengenal Badrun, Si Pengawal Program PIR Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Sawit untuk kesejahteraan bangsa,meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia senantiasa melekat dalam pemikiran Muhammad Badrun (82). Dia adalah abdi negara di Departemen Pertanian (dulu) selepas menamatkan pendidikan Sarjana Pertanian dari Universitas Gajah Mada hingga mencapai posisi Dirjen Perkebunan, Kementerian Pertanian periode 1993-1995.

Pergolakan politik di Timur Tengah dan di sebagian negara Afrika Utara senantiasa menghantui setiap negara, tidak terkecuali Indonesia. Muhammad Badrun mencermati konflik politik itu sebagai klimaks akibat kesenjangan sosial dan krisis pangan di sebuah negara.

Tingkat Pendapatan Domestik Bruto (PDB) negara-negara Timur Tengah jauh lebih baik, namun jurang pemisah yang semakin tinggi - antara kaya dan miskin - menjadi pemicu konflik yang tidak terelakkan. Kemiskinan dan pengangguran menjadi musuh kolektif yang harus diperangi. Di negara manapun, dua masalah itu sangat mengganggu dan merugikan.

Meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia menjadi sangat penting untuk selalu dipikirkan dan dilakukan, baik oleh pemerintah, pengusaha, maupun setiap warga negara. Sejatinya, pemerintah harus dapat mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya. Apabila kesejahteraan terwujud, ini akan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi semua orang.

Mengenang pekerjaan semasa berdinas di Departemen Pertanian (kini Kementerian Pertanian), Badrun yang penggemar olahraga jalan pagi ini bertutur, berbagai persoalan pembangunan di Indonesia merupakan bagian dari tanggungjawab dan tugasnya sebagai abdi negara. Maka sebagai pejabat pemerintah, ini harus diartikan untuk melayani, mengarahkan, dan mengawal aplikasi program pemerintah demi terwujudnya kesejahteraan rakyat. “Jadi, pejabat tidak bisa hanya take for granted atau sekadar monitoring saja,” ujar dia dalam perbincangan santai dengan InfoSAWITdi rumahnya, kompleks Pertanian Pasar Minggu Jakarta.

Salah satu program nasional yang berhasil dikawal oleh Badrun dengan sukses adalah Perkebunan Inti Rakyat (PIR) sawit. Program PIR berdasarkan Trilogi Pembangunan yang begitu diagungkan semasa Orde Baru, yakni pembangunan, pemerataan, dan stabilitas. Benar saja, hasil nyata program PIR saat ini banyak dinikmati pelaku usaha kelapa sawit.

Mengapa PIR? Ini berawal dari kemiskinan. Tentunya, diperlukan pemberdayaan rakyat Indonesia supaya maju dan berhasil. Mayoritas penduduk berada di perdesaan dan sebagian besar hidup mereka miskin, mereka memerlukan penggerak roda ekonomi supaya dapat membangun tempat tinggal dan lingkungan.

Maka itu, PIR menjadi program pemerintah dengan tujuan memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Tujuan ini sekaligus menjawab tantangan global tentang musuh bersama, yakni pengangguran dan kemiskinan. (T1)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit