infosawit

SEKTOR SAWIT MASIH BUTUH SDM UNGGUL



SEKTOR SAWIT MASIH BUTUH SDM UNGGUL

PESATNYA PERTUMBUHAN SEKTOR SAWIT DI INDONESIA TIDAK LANTAS DIIKUTI DENGAN KETERSEDIAAN PASOKAN SUMBER DAYA MANUSIA-NYA. MUNCULNYA PROGRAM BEASISWA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KELAPA SAWIT SETARA D1, MENJADI JAWABAN BAGI KETERSEDIAAN SDM SAWIT UNGGUL BAGI KEBUN SAWIT RAKYAT DAN SWASTA.

Pagi itu tidak seperti biasa pada umumnya, lantaran nampak beberapa anak muda yang seperti baru lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) atau kejuruan yang antusias berkumpul di gedung aula Polteknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (Poltek Kelapa Sawit CWE) berlokasi di Bekasi, Jawa Barat.

Dengan setelan seragam atas putih dan celana hitam, sekitar 100 siswa dan siswi itu dengan tertib duduk untuk mengikuti seluruh acara. Wajah senang dan gembira nampak dari raut muka anak-anak petani sawit tersebut.

Hari itu tepatnya pada pertengahan November 2017, Program Beasiswa Pendidikan dan Pelatihan Kelapa Sawit Setara Diploma 1 (D1), kembali di gelar. Dari Sekin banyak yang mengikuti penyaringan beasiswa D1 tersebut, sebanyak 300 siswa dan siswi lolos seleksi, berasal dari 18 provinsi di Indonesia.

Dimana sebanyak 100 siswa dan siswa akan menempuh pendidikan dan pelatihan kelapa sawit di Politeknik Kelapa Sawit CWE, dan sisanya sebanyak 200 orang bakal menempuh pendidikan di Instiper Jogjakarta.

Kegiatan ini sejatinya telah diakukan untuk kali kedua, merupakan program rutin yang terlaksana atas kerjasama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) dan Politeknik Kelapa Sawit CWE, dengan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS).

Untuk angkatan kedua ini, proses pendidikan dan pelatihan akan dilakukan lebih lama dibanding angkatan pertama. Lantaran kata Manager Training Politeknik Kelapa Sawit CWE, Ahdiat Lexi Siregar, kegiatan pendidikan dan pelatihan ini akan dilakukan dalam dua semester selama satu tahun penuh.

Dimana semester pertama para penerima beasiswa D1 akan lebih banyak belajar teori dan pelatihan di kampus, sementara pada semester selanjutanya dengan waktu 4 bulan akan melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Koperasi Sawit atau perusahaan perkebunan kelapa sawit.

“Pendidikan teori sebanyak 22 mata pelajaran diantaranya mencakup materi dasar-dasar ilmu tanah, hukum ketenagakerjaan, sosiologi dan antropologi, belajar tentang kecambah, persiapan pembukaan lahan, pemeliharaan saat TBM dan TM, pengendalian hama penyakit, termasuk mempelajari skim berkelanjutan seperti ISPO, RSPO, HCV hingga HCS,” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Bekasi.

Untuk program beasiswa ini lebih lanjut kata Lexi, akan didukung dengan pengajar-pengajar yang handal dan berasal dari praktisi perkebunan yang te . . .


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit