infosawit

17 KABUPATEN AJUKAN PEREMAJAAN SAWIT



17 KABUPATEN AJUKAN  PEREMAJAAN SAWIT

Sebanyak 17 Kabupaten telah mengajukan program peremajaan kelapa sawit, dengan total lahan seluas 28.100 ha. Ini dilakukan dengan harapan kebun sawit petani bisa diperbaiki tingkat produksinya, yang didukung dana  hibah dari BPDP-KS.

Setelah sebelumnya sempat tertunda untuk melakukan program peremajaan kelapa sawit rakyat tahun lalu, kini program itu mulai bergulir yang diawali dari peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat berlokasi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Merujuk laporan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), per Juli 2017, terdapat 50 koperasi yang berasal dari 10 Provinsi di Indonesia diantaranya Sumatera Selatan, Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Lampung, Kepulauan Babel, Banten, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, yang telah mengajukan untuk memperoleh dana hibah Rp 25 juta/ha untuk bantuan kegiatan peremajaan perkebunan kelapa sawit.

Pekebun yang terlibat dalam program peremajaan perkebunan kelapa sawit tersebut diperkirakan mencapai 12.796 pekebun dengan total lahan seluas 28.100 ha, yang tersebar di 17 Kabupaten, dimana kebutuhan pendanaan dari BPDP-KS diperkirakan bakal sebanyak Rp 702,5 miliar.

Dikatakan Direktur BPDP-KS, Herdrajat Natawijaya, tujuan dilakukannnya peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat guna meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan kelapa sawit, serta menjaga luasan lahan agar dapat dimanfaatkan secara optimal. “Output dari kegiatan ini harapannya bakal menghasilkan produksi kelapa sawit rakyat berkelanjutan,” papar Herdrajat dalam sebuah acara di Solo, belum lama ini.

Sementara Kementerian Pertanian, lewat Direktorat Jenderal Perkebunan, talah memasang target peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat di tahun 2017 ini bakal seluas 20.780 ha.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang mengungkapkan, kendati alokasi pendanaan untuk peremajaan perkebunan kelapa sawit petani belum begitu besar, saat ini baru dialokasikan sebanyak 3%.

Namun lantaran masih sangat luasnya  . . .


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit