infosawit

Info Agronomi - SCAMPER Si Tali Putri, Improvisasi dan Inovasi Di Perkebunan Kelapa Sawit - Tulisan 2



Info Agronomi - SCAMPER Si Tali Putri, Improvisasi dan Inovasi Di Perkebunan Kelapa Sawit - Tulisan 2

DALAM TULISAN SEBELUMNYA TELAH DISAMPAIKAN TENTANG. SUBTITUTE, COMBINE, ADAPT, DAN MODIFY. KALI INI AKAN DILANJUTKAN PEMBAHASAN TENTANG PUT TO OTHER USE, ELIMINATE DAN RE-ARRANGE. TIGA LANGKAH DALAM MENDUKUNG INOVASI DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT.

Put to Other Use

Sejatinya di dalam industri kelapa sawit banyak material bekas atau wadah material yang dapat digunakan untuk manfaat lain (Put to other use). Misalnya ban bekas dan drum plastik bekas, kegunaaan barang bekas ini selain sebagai upaya solusi limbah plastik sekaligus bermanfaat bagi kegiatan pengelolaan perkebunan kelapa sawit.

Misalnya, wadah herbisida untuk  gorong-gorong, atau karung bekas pupuk, tentu saja sudah dibersihkan terlebih dahulu sehingga aman digunakan di lapangan, untuk alas brondolan. Perlu dicatat alas brondolan ini bukan karung brondolan. Alas brondolan berarti brondolan dihampar pertumpuk di atas karung. Cara ini mempermudah quality control dalam memeriksa kualitas brondolan (terutama kebersihannya). Dengan dihampar juga akan menurunkan proses fermentasi sehingga dapat menekan peningkatan asam lemak bebas (FFA).

Sementara pada bagian dalam karung pupuk terdapat plastik yang berfungsi agar pupuk tidak terkena air, plastik ini juga dapat digunakan untuk manfaat lain, yakni mulsa tumbuhan berguna (misalnya Turnera subulatha dan Cassia tora yang bermanfaat sebagai sumber unflowering nectar bagi parasitoid dan predator ulat pemakan daun tanaman kelapa sawit) pada saat penanaman awal.

Tidak terbatas dari barang bekas tersebut lantaran masih banyak material lain yang dapat digunakan untuk manfaat tertentu. Bahkan limbah mess seperti jerigen bekas minyak goreng juga dapat digunakan, misalnya untuk wadah pheromone trap.

 

Eliminate

Dalam pembahasan ini para planters bisa menerapkan tindakan eliminate alias mengurangi bukan meniadakan.

Termasuk menekan munculnya biaya-biaya dan mengurangi terjadinya losses dengan kreativitas pada operasional perkebunan kelapa sawit. Hanya saja masih tetap mempertahankan cara budidaya yang dianjurkan, seperti memperhatikan mutu, lingkungan maupun kesehatan termasuk keselamatan kerja.

Terpenting dalam tindakan eliminate ialah tidak sampai mengurangi pendapatan dan benefit dari semua karyawan pada semua level.

Secara manajerial beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi biaya adalah:

1. Melakukan pekerjaan sesuai rotasi (penundaan adalah penambahan biaya).

2. Melakukan pekerjaan secara benar/standar dan lengkap.

3. Menghindari penerapan “perbaikan ulang atau servis ulang”.

4. Menggunakan alat dan bahan yang tepat dan berkualitas.

5. Menghindari losses baik waktu terutama produksi.

6. Monitoring secara berkala dan lain-lain.

 

Beberapa langkah diatas, . . .


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit