infosawit

Sawit Kuasai 45% Pasar Minyak Nabati Dunia



Sawit Kuasai 45% Pasar Minyak Nabati Dunia

InfoSAWIT, JAKARTA – Sektor pangan, sektor industri dan bahan bakar, dan menjadikan sawit sebagai hasil panen yang serba guna. Minyak sawit menjadi konsumsi utama pada aplikasi pangan.

Pada dekade terakhir, konsumsi minyak sawit untuk biofuel meningkat dengan signifikan. Pertumbuhan produksi minyak sawit rata-rata diprediksi mencapai 5,9% selama periode 2011 hingga 2020, sehingga diperkirakan produksi minyak sawit global mencapai 84 Juta ton, mayoritas dari pertumbuhan bakal datang dari Indonesia dengan tingkat pertumbuhan sebanyak 7,8 %, sementara pertumbuhan produksi di Malaysia hanya sekitar 2,7%.

Global Vice President, Consulting, Frost & Sullivan, Chris de Lavigne memprediksi, pada tahun 2020 pasar minyak sawit akan mencapai 84 juta ton, atau mewakili 45% dari keseluruhan pasar minyak nabati di dunia. Chris juga mengatakan, harga minyak sawit menjadi masalah yang kompleks, serta sebagain besar dipengaruhi satu atau banyak faktor yang dapat menyebabkan ketidakstabilan yang signifikan.

Seprti ditulis InfoSAWIT pada edisi Juni 2015, Frost & Sullivan memprediksikan beberapa faktor kunci yang dapat mempengaruhi harga minyak sawit seperti, permintaan minyak nabati dunia, pasokan minyak sawit dan pasokan minyak nabati, ketersediaan lahan, logistik dan tempat penyimpanan, stok rasio pemakaian dan harga energi.

Chris de Lavigne mengatakan, cuaca juga menjadi faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi pertumbuhan pasokan sawit sawit. “Cuaca merupakan salah satu faktor kunci pada minyak nabati termasuk minyak sawit. Ini juga menjadi katalis penting pergerakan harga minyak sawit, dan mungkin menjadi katalisator kunci untuk harga minyak sawit di tahun 2015,” tambahnya.

Malaysia dan Indonesia saat ini berada pada fase perkembangan yang sedikit berbeda dan juga memiliki beberapa agenda kebijakan dan tujuan yang berbeda. “Indonesia berada dalam jalur cepat untuk mengejar ketinggalan di sektor hilir, dan kebijakan mereka telah mencerminkan tujuan ini,” tambahnya.

Menurut de Lavigne, industri kelapa sawit Indonesia saat ini menghadapi banyak tantangan seperti infrastruktur, meningkatnya biaya tenaga kerja dan pengembangan pasar biodiesel, kapasitas tambahan hilir, masalah perdagangan dan masalah lingkungan. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit