infosawit

JeJak Pengusaha Sawit Asli Daerah (Bagian 2)



Ahmad Gunung (paling kiri), Gubernur Kalimantan Timur, Awang Farouk (kedua dari kiri)
JeJak Pengusaha Sawit Asli Daerah (Bagian 2)

InfoSAWIT, JAKARTA – Pada tulisan sebelumnya disampaikan bahwa ada pengusaha daerah di Kalimantan Tengah, yakni Abdul Rasyid. Dia memiliki lahan sawit ratusan ribu hektare. Bergeser ke arah timur, atau provinsi Kalimantan Timur, ada Bachtiar, Ahmad Gunung, dan Wishnu Wardana. Para pemodal asal daerah itu kini tengah mengembangkan perkebunan kelapa sawit.

Sebelumnya Bachtiar adalah pelaku bisnis batubara dengan bendera perusahaan Cahaya Resources Energy. Bachtiar telah memulai bisnis batubara sekitar satu dasawarsa silam.

Bahkan produk batubara briket yang diekspor ke berbagai negara dengan brand Cahaya Tiara Coal, telah memiliki sertifikat dan standar kualitas internasional. Sebelum melepas bisnis batubaranya pada April 2014 silam, sebenarnya Bachtiar telah berhasil mengakuisisi perkebunan kelapa sawit PT Anugerah Urea Sakti dengan luas lahan 7.008,71 ha pada 2010 silam. Karena bisnis batubara tidak lagi sebagus dulu, Bachtiar pun berkomitmen untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit di daerahnya, Kalimantan Timur, di bawah bendera Cahaya Tiara Group. Perluasan kebun pun terus dilakukan.

Direktur Operasional PT Cahaya Anugerah Plantation (anak usaha Cahaya Tiara Group), Huzaifah, mengatakan, pihaknya akan terus mengembangkan areal perkebunan kelapa sawit, sekaligus sebagai upaya meningkatkan perekonomian daerah setempat.

Terbukti perusahaan yang sedang dibangunnnya itu telah memiliki ijin lokasi di Sulawesi Barat seluas 20 ribu ha, dan telah memperoleh konsesi baru seluas 4.300 di Kalimantan Timur. “Impiannya di Kalimantan Timur bisa seluas 25 ribu ha,” katanya belum lama ini di Jakarta.

Huzaifah, sebagai generasi kedua dari keluarga Bachtiar, hendak membuktikan bahwa pemodal asal daerah pun tidak kalah profesional dengan para pemodal nasional yang telah mengembangkan lebih dulu perkebunan kelapa sawit.

Selain Cahaya Tiara Group, perkebunan kelapa sawit asal putera daerah lainnya Teladan Prima Group (TPG) , sedang berkembang. Perusahaan itu kini dinahkodai oleh Ahmad Gunung dan Wishnu Wardana yang merupakan putra daerah asal Kalimantan Timur.

Kedua pengusaha muda itu telah mengembangkan perkebunan kelapa sawit semenjak 2003 silam, dengan luas kebun yang dikelola mencapai 43 ribu ha, serta kebun plasma sekitar 13 ribu ha. Hingga saat ini TPG telah mengembangkan sebanyak 12 estate dan 4 pabrik kelapa Sawit (PKS)di Kabupaten Berau, Kutai Timur, dan Paser.

Sejatinya, pertumbuhan TPG tidak terlepas dari tangan dingin Direktur Utama TPG, Ahmad Gunung dan Wakil Direktur Utama TPG, Wishnu Wardana. Sepak terjang Ahmad Gunung memang belum banyak diketahui publik, namun lain halnya dengan Wakil Direktur Utama TPG, Wishnu Wardana, priakelahiran Samarinda 44 tahun silam itu, ternyata pelaku usaha muda sukses.

Setelah membentuk usaha patungan dengan Muhammad Lutfi, Erick Thohir, and R. Harry Zulnardy, bernama Mahaka Group pada 1994 silam, bergerak di sektor pertambangan dan komoditas, akhir – akhir ini, perusahaan itu memasuki bisnis televisi. Namun kemudian Wishnu sepakat untuk tidak melanjutkan bisnis dan melepas seluruhsahamnya di Mahaka Group.

Wishnu pun memberanikan diri membangun usaha baru bersama dengan Bapak Mertuanya, Wiwoho Basuki Tjokronegoro. Lewat bendera Teladan Resources yang dibangun pada 2003 silam, perusahaan itu menjadi holding beberapa perusahaan yangbergerak disektor properti, investasi dan perkebunan.

Di lini perkebunan, PT Teladan Prima Agro (Teladan Prima Group) menjadi salah satu anak usaha Teladan Resources. Anak usaha lainnya ialah PT Teladan Services, PT Teladan Properties, dan PT Teladan Investama, Bersama Agus Lasmono, ia membangun usaha patungan televisi nasional dengan nama NET TV.

Juli 2014 silam, TPG merayakan satu dasawarsa kehadirannya di bumi nusantara. Pada  kesempatan itu Wishnumengungkapkan, membangun perkebunan kelapa sawit menjadi bagian nyata dalam proses keadilan yang berdampak pada kesejahteraan, sertapemerataan ekonomi melalui sistem inti-plasma.  “Sekaligus menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan,” katanya. (T2)

(Terbit di Majalah InfoSAWIT, Edisi Januari 2015)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit