infosawit

Mengenal Serta Menghitung Kebutuhan Benih Sawit



Mengenal Serta Menghitung Kebutuhan Benih Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Sebelum menanam sawit, perlu diketahui cara menghitung kebutuhan benih dan perawatan sebelum akhirnya benih di kecambahkan dan ditanam. Sehingga rencana membangun kebun pun bisa terwujud.

Bisa jadi pelaku perkebunan paham benar dengan cara menghitung kecambah yang dibutuhkan untuk per satuan hektar. Namun, ada baiknya petani juga paham cara menghitung jumlah kecambah yang dibutuhkan dalam berkebun sawit.

Perhitungan ini tergantung dari benih yang digunakan, sebab ada pula benih sawit unggul yang bisa ditanam diatas 170 pohon per hektare. Namun sebagai contoh, PT SEM mengambil standar Seed Per Hektare (SPH) mencapai 143 pohon. 

Guna mendapatkan benih sawit sejumlah 143 bibit siap salur, setelah melampaui proses seleksi (culling) di prenursery serta untuk cadangan maka perhitunganya adalah, untuk proses seleksi kecambah dilebihkan sekitar 2,5%, seleksi dipembibitan awal dilebihkan sekitar 10%. Kemudian untuk seleksi di pembibitan utama dilebihkan 15% dan cadangan untuk penyisipan sekitar 5%.

Maka didapat perhitungan, 100/97,5 x 100/90 x 100/85 x 100/95, hasilnya sekitar 1,40. Jumlah ini kemudian dikalikan dengan jumlah kerapatan yang diinginkan. Bila jumlah kerapatan yang diinginkan per hektar sebanyak 143 dengan jarak tanaman sekitar 9 m, maka 143 dikalikan 1,40 maka didapat jumlah yang mesti dipesan untuk setiap hektar mencapai 200 kecambah.

Perhitungan ini mengasumsikan pada saat di prenursery bakal didapat sekitar 200 benih sawit yang akan dikecambahkan, lantas pada main nursery akan didapat sebanyak 170 bibit yang terpilih. Sehingga saat akan dilakukan penanaman terdapat sekitar 143 bibit. (T2)

Sumber: InfoSAWIT edisi Maret 2014, Rubrik Info Petani

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit