infosawit

Tingkatkan Pemahaman Kelapa Sawit, BPDPKS Gelar Sawit Goes to Campus



Tingkatkan Pemahaman Kelapa Sawit, BPDPKS Gelar Sawit Goes to Campus

InfoSAWIT, JAKARTA -  Sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman tentang industri kelapa sawit dan isu-isu yang berkembang saat ini, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menyelenggarakan Sawit Goes to Campus di Universitas YARSI, tanggal 21 – 25 Februari 2018 di Grand Cempaka Hotel, Jakarta.

Sawit Goes to Campus di Universitas YARSI merupakan Side Event di kegiatan 6th Indonesian Medical Student Summit (6th IMSS) yang diadakan oleh BPDPKS. 6th IMSS adalah kegiatan yang dihadiri kurang lebih 300 peserta dari perwakilan mahasiswa kedokteran seluruh Indonesia.

Dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Sabtu (24/2/2018), Universitas YARSI merupakan Universitas ke-6 (enam) yang menjadi tempat dilakukannya Sawit Goes to Campus, setelah sebelumnya telah dilakukan di Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Sebelas Maret, Institut Pertanian Stiper, dan Universitas Riau.

Kepala Divisi Lembaga Kemasyarakatan dan Civil Society BPDPKS, Kus Emy Puspita Dewi mengatakan, Industri Sawit merupakan salah satu komoditas andalan Indonesia yang menjadi salah satu penyumbang terbesar nilai ekspor Indonesia, menyerap tenaga kerja yang cukup besar, serta salah satu penggerak dan sumber pertumbuhan ekonomi  Indonesia.

“Tujuan dari diadakannya Sawit Goes to Campus oleh BPDPKS adalah guna mengenalkan industry kelapa Sawit Indonesia kepada perwakilan mahasiswa kedokteran seluruh Indonesia tentang Sawit dilihat dari sisi kesehatan,” tutur Emy.

Sawit Goes to Campus di Universitas YARSI ini tercatat menghadirkan berbagai narasumber ahli dibidangnya. Dalam diskusi mengangkat pula hubungan minyak sawit dengan penyakit diabetes melitus. Penderita diabetes dianjurkan untuk menghindari asupan radikal bebas yang didapat dari minyak yang mudah teroksidasi. Faktanya minyak sawit (palm oil) tidak mudah teroksidasi dibandingkan soft oil (minyak bunga matahari, soybean), wajar bilamana minyak sawit bisa menjadi pilihan bagi penderita diabetes jika ingin mengonsumsi makanan yang diolah.

Minyak sawit juga mengandung vitamin A dan vitamin E yang sangat tinggi, namun umumnya pada proses pemurnian dilakukan beberapa tahap untuk menghilangkan komponen-komponen yang tidak kita kehendaki, antara lain baunya dan warnanya.

Ini terjadi lantaran masyarakat menganggap minyak goreng sawit umumnya berwarna kuning jernih, sedangkan minyak sawit berwarna jingga kemerahan dihindari. Padahal minyak goreng sawit yang berwarna jingga kemerahan diyakini memiliki kandungan beta karoten yang tinggi, namun di masyarakat tidak terbiasa dengan minyak goring sawit yang berwarna jingga kemerahan. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit