infosawit

Malaysia Beri Insentif Bagi Perkebunan Sawit yang Menerapan MSPO



Malaysia Beri Insentif Bagi Perkebunan Sawit yang Menerapan MSPO

InfoSAWIT, PUTRAJAYA – Setelah sepakat menerapkan sertifikasi budidaya kelapa sawit berkelanjutan dengan skim sendiri, yakni, Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO), hasilnya, masih sedikit perusahaan perkebunan kelapa sawit di Malaysia yang memperoleh sertifikat MSPO. Sebab itu, seperti ditulis nst.com.my, ada upaya untuk memberi insentif, berupa bantuan biaya audit dari Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB).

Merujuk catatan pemerintah Malaysia, sampai saat ini dari sekitar 4,5 juta hektar (ha) total lahan kelapa sawit di Negeri Jiran itu, hanya sekitar 245.381 ha dari sebanyak 22 pabrik pengolahan kelapa sawit baru memperoleh sertifikat MSPO. Menteri Perkebunan dan Komoditas, Datuk Mah Siew Keong, mengakui, cukup sulit untuk mewujudkan semua perkebunan kelapa sawit di Malaysia bisa tersertifikat seluruhnya karena terkendala berbagai hal.

Kendati demikian Datuk Mah Siew Keong melihat, sertifikat MSPO memiliki prospek jangka panjang untuk daya saing industri kelapa sawit di Malaysia. Apalagi piagam Amsterdam mewajibkan, seluruh pengguna minyak sawit di Eropa pada 2020 harus menggunakan minyak sawit berkelanjutan sepenuhnya, dan ini menjadi peluang pasar minyak sawit berkelanjutan di tahun mendatang. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit