infosawit

Sawit Bisa Sebagai Penyerap Karbon



Sawit Bisa Sebagai Penyerap Karbon

InfoSAWIT, JAKARTA - Tercatat pada artikel “Pohon Adalah Jawaban” yang ditulis Patric Moore, mantan salah seorang pendiri Greenpeace, pada kenyataannya sekitar 40% dari hutan alam Australia telah dikonversi untuk pertanian. Kejadian serupa terjadi di Amerika, sekitar 40% dari hutan primer telah dikonversi menjadi ladang pertanian.

Masih menurut catatan Patric, sebanyak 6 miliar orang setiap hari bangun dengan kebutuhan riil untuk makanan, energi dan bahan baku. Maka itu kata dia, tantangan untuk kelestarian adalah penyediaan kebutuhan-kebutuhan tersebut dengan  cara-cara yang mengurangi dampak negatif pada lingkungan. Jadi, memotong kayu saja adalah tidak cukup sebagai penyebab kerusakan hutan.

Masalah sebenarnya adalah apakah hutan tersebut musnah selamanya atau  ditanami lagi dengan pohon-pohon baru. Akhirnya Patric mengusulkan, ada dua hal utama yang bisa menjadi pengurang jumlah emisi karbon yang bertambah di udara, akibat tingginya konsumsi bahan bakar fosil ialah penanaman pohon dan penggunaan kayu.

Sementara Simon Chambers dari Deforestation Watch pada 18 Juli 2008 lalu mencatat, adanya perubahan hutan sekunder dengan menanam pohon sawit, bisa diibaratkan membangun hutan tanaman dalam bentuk yang berbeda. Hutan tanaman menjadi komponen penting sebagai reservoir guna menyimpan karbon seperti yang sebelumnya dilakukan oleh hutan alam.

Apalagi, hutan tanaman mampu menyerap hingga 36,5 ton bahan kering per hektar per tahun, dibandingkan dengan hutan hujan tropis yang hanya dapat menyerap hingga 25,7 ton bahan kering per hektar, mereka menjadi lebih efisien dalam upaya membersihkan atmosfir.

Masih menurut catatan Simon Chambers, kelapa sawit telah diperlakukan tidak adil dalam isu emisi karbon. Jika dibangunnya perkebunan kelapa sawit yang menggantikan pohon hutan tropis, adalah sangat menggelikan menuduh pohon kelapa sawit sebagai sumber meningkatnya emisi karbon. Kendati porsi penanaman tidak terlalu padat seperti hutan tropis, namun jelas jauh lebih unggul ketimbang tanaman minyak nabati lainnya seperti kedelai, jagung, kanola dan bunga matahari dalam efisiensi penyerapan CO2 di udara. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit