infosawit

9 Desa Makmur Peduli Api di Jambi Peroleh Bantuan Senilai Rp 900 Juta



9 Desa Makmur Peduli Api di Jambi Peroleh Bantuan Senilai Rp 900 Juta

InfoSAWIT, SAROLANGUN  – Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) dari Sinar Mas Agribusiness kembali menyelesaikan tahun yang sukses di Jambi dengan berkurangnya titik panas dan kebakaran di sembilan desa di Kabupaten Sarolangun. Pada tahun 2017, jumlah titik panas dan titik api di desa peserta Program DMPA telah menurun menjadi dua titik panas dan satu titik api dari sebelumnya di 2016, sebanyak dua titik panas dan dua titik api dan pada tahun 2015, sebanyak 213 titik panas dan 130 titik api.

CEO Perkebunan wilayah Jambi, Benjamin Josua mengatakan, menyusul keberhasilan program DMPA yang dimulai pada tahun 2016, dilaporkan bahwa masyarakat di Sarolangun tetap siaga dan berhasil meminimalkan kebakaran pada tahun 2017. “Sembilan DMPA kami berhasil menjaga area mereka dari kebakaran dan masing-masing mendapatkan penghargaan sebesar Rp 100 juta per desa yang akan digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran dan tim Masyarakat Siaga Api desa dan untuk fasilitas umum lainnya,” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Rabu (7/3/2018).

Dalam kegiatan penyerahan penghargaan DMPA yang dilaksanakan di Sarolangun, sembilan desa binaan di Kecamatan Air Hitam mendapatkan bantuan penyediaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran dan infrastruktur umum senilai total Rp 900 juta. Sebelum bantuan penghargaan diberikan telah dilakukan penilaian di masing-masing desa bersama Muspika Kecamatan Air Hitam dengan kriteria penilaiaan mengacu pada ketentuan, yaitu kejadian hotspot dan kebakaran di desa, kinerja dari tim Masyarakat Siaga Api (MSA) serta respon dukungan dari unsur Pemerintah Daerah dan masyarakat.

Dampak dari program DMPA makin terlihat. Kesadaran masyarakat terkait bahaya kebakaran lahan juga semakin terbentuk. Hal ini dilihat dari banyaknya masyarakat yang sudah mengolah lahan pertaniannya tanpa membakar. Mereka menyadari bahwa akan banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari membakar lahan baik dari segi kesehatan manusianya, kesehatan tanahnya , sanksi hukum, dan kerugian material.

Peran serta MSA sebagai bagian penting dalam mencegah kebakaran juga diserukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui program serupa. Belum lama ini KLHK mengumumkan rencananya untuk membentuk dan membina Masyarakat Peduli Api (MPA) di 100 desa di Kalimantan Timur setelah sebelumnya membentuk MPA untuk 200 desa di berbagai lokasi rawan kebakaran di Indonesia.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK, Raffles B. Panjaitan menegaskan, pentingnya peran MPA dalam pencegahan kebakaran, hutan dan lahan (karhutla) yang dapat segera mengatasi kebakaran kecil di daerahnya. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit