infosawit

Biaya Operasional dan Logistik Jadi Kunci Sawit Sumbermas Sarana



Dari Kiri: Head of Sustainability SSMS, Desi Kusumadewi, Direktur Keuangan & Direktur Independen SSMS, Nicholas J Wittle, Head of Corporate Secretary SSMS, Swasti Kartikaningtyas
Biaya Operasional dan Logistik Jadi Kunci Sawit Sumbermas Sarana

InfoSAWIT, JAKARTA - Tahun 2017 ini ditandai dengan kondisi cuaca yang cukup mendukung, hasilnya beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit memetik hasil produksi cukup baik, seperti ditunjukkan hasil produksi Tandan Buah Segar (TBS) sawit PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS).

Dikatakan Direktur Keuangan dan Direktur Independen Nicholas J. Whittle, produksi TBS perseroan samapi Septembr 2017, tercatat meningkat sekitar 37% menjadi 938 ribu ton dibandingkan dengan produksi pada 2016 lalu yang hanya mencapai 684 ribu ton pada periode yang sama.

Lantas areal tertanam pun tercatat membaik dengan meningkatnya areal tertanam sebanyak 3,4% menjadi seluas 70,84 ribu, dari sebelumnya di 2016 hanya seluas 68,47 ribu pada perioe yang sama.

Dimana komposisi tanaman muda pada 9 bulan di 2017, mencapai 6.768 ha atau berkurang sekitar 48%, kondisi ini justru mendorong lahan tertanam dengan tanaman menghasilkan meningkat sekitar 15% (termasuk pohon yang masih muda), atau menjadi seluas 64.072 ha.

Meluasnya lahan tertanam mendongkrak produksi Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang di kelola PT SSMS Tbk, tercatat hingga 9 bulan di 2017 produksi TBS PT SSMS Tbk meningkat menjadi sebanyak 938.025 ton atau naik sekitar 37% dibandingkan produksi TBS tahun 2016, yang hanya mencapai 684.321 ton pada periode yang sama. “Produktivitasnya meningkat 14,6% dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Direktur Keuangan dan Direktur Independen PT SSMS Tbk., Nicholas J. Whittle, saat Paparan Publik yang dihadiri InfoSAWIT, belum lama ini di Jakarta.

Diakui Nicholas, untuk tahun ini produktivitas TBS kembali pada fase pertumbuhan yang tinggi, setelah sempat terdampak akibat cuaca panas ditambah El-nino di tahun 2015 sampai pertengahan 2016 lalu. Berbeda semenjak awal tahun 2017, dimana cuaca cukup bersahabat.

Kondisi ini berdampak positif bagi produksi minyak sawit mentah (CPO) dan minyak inti sawit perusahaan. Bila pada 9 bulan pertama di tahun 2016 produksi CPO perusahaan baru mencapai sebanyak 262.356 ton, maka di tahun 2017 pada periode yang sama meningkat sekitar 36,5%, atau mampu menghasilkan produksi CPO sebanyak 262.356 ton.

Peningkatan produksi ini diikuti dengan peningkatan produksi inti sawit perusahaan dan minyak inti sawit yang masing-masing naik sekitar 25,5% dan 46% menjadi sebanyak masing-masing 46.707 ton dan 6.758 ton.

Hingga saat ini kata Nicholas, Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang dioperasikan perusahaan sebanyak 6 unit dengan kapasitas produksi sekitar 375 ton TBS per jam. Dimana dimana kapasitas itu bakal bertambah lantaran perusahaan sedang membangun  2 pabrik lagi yang akan komersial 2018 dan pembangunan di 2018. “Harapannya di 2020 kapasitas pabrik kelapa sawit kami akan mencapai 525 ton TBS per jam, pembangunan pabrik ini untuk mengantisipasi luas lahan sawit perusahaan yang bertambah,” katanya. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit