infosawit

Misi Dagang di Selandia Baru Catat Potensi Transaksi US$ 9,74



Misi Dagang di Selandia Baru Catat Potensi Transaksi US$ 9,74

InfoSAWIT, WELLINGTON – Sampai Senin (19/3), misi dagang Kemendag ke Selandia Baru telah mencatatkan potensi transaksi US$ 9,74 juta, yang dicatatkan dari negosiasi produk kopi, tenaga kerja perkebunan dan permesinan, produk turunan minyak kelapa sawit, pupuk, serta makanan dan minuman.

Indonesia dan Selandia Baru sangat berpotensi meningkatkan hubungan perdagangan di masa depan. Kedua negara berkomitmen mencapai total perdagangan sebesar USD 2,9 miliar atau Rp 40 triliun di tahun 2024.

Sebelumnya para pimpinan perusahaan Indonesia dan Selandia Baru bertemu dalam ajang Chief Executive Officer (CEO) Meeting.Pertemuan diadakan di Clifftons Conference, the Majestic Center, Wellington, Selandia Baru. Ajang pertemuan CEO ini bertujuan memperkuat komitmen Indonesia membuka ekspor ke negara dengan pasar yang belum tergarap (un-tapped country) seperti Selandia Baru.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Arlinda, yang memimpin rangkaian misi dagang Kementerian Perdagangan ke Selandia Baru, turut bergabung dalam delegasi Indonesia pada CEO Meeting.

“Diharapkan momentum ini dapat semakin membuka peluang untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke negara dengan pasar yang belum tergarap seperti Selandia Baru. Kami juga berharap kegiatan ini dapat menghasilkan kesepakatan atau transaksi potensial antara pelaku usaha dua negara untuk meningkatkan perdagangan bilateral di masa mendatang,” kata Arlinda dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT.

Pertemuan CEO ini diadakan bersamaan dengan momentum kunjungan kenegaraan Presiden RI Joko Widodo ke Selandia Baru untuk membahas isu-isu bilateral, termasuk isu perdagangan. Dalam pertemuan ini, Presiden Joko Widodo ikut menyaksikan para Menteri Kabinet Kerja dan para CEO perusahaan Indonesia bertukar pikiran dengan otoritas Selandia Baru dan CEO perusahaan Selandia Baru, yang dipimpin Minister of Agriculture, Bio Security, Food Safety and Rural Community; and Associate Minister of Trade Damien O'Connor.

Sebelum CEO Meeting dimulai, dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara Indonesia dan Selandia Baru. Terdapat tiga penandatanganan yaitu antara Kalbe Farma dan Westland Milk Products; Kalbe Farma dan Fonterra; serta Jakarta International College (JIC) dan Auckland University of Technology. Nota kesepahaman meliputi penjajakan kerja sama bahan baku produk, pengembangan pasar, dan pendidikan.

Setelah CEO Meeting, Arlinda turut mendampingi Presiden RI dan menteri-menteri Kabinet Kerja dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern dan jajaran menterinya. Kemudian, Arlinda juga mengikuti acara temu Presiden RI dengan diaspora Indonesia di Selandia Baru. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit