infosawit

Sambut Tantangan Parlemen Uni Eropa Dengan Bangun Hilir Sawit dan Berbenah



Sambut Tantangan Parlemen Uni Eropa Dengan Bangun Hilir Sawit dan Berbenah

InfoSAWIT, BOGOR - Parlemen Uni Eropa melalui proses pemungutan suara telah mengesahkan rancangan proposal energi yang bertajuk "Report on the Proposal for a Directive of the European Parliament and of the Council on the Promotion of the use of Energy from Renewable Sources" yang dilakukan di gedung Parlemen Uni Eropa, Strasbourg, Prancis. Di dalam proposal tersebut tercantum penghapusan penggunaan biodiesel berbahan dasar kelapa sawit.

Indonesia sebagai salah satu negara pengekspor minyak kelapa sawit dunia, menanggapi keputusan yang diambil oleh Parlemen Uni Eropa tersebut. Sebelumnya Pemerintah Indonesia sangat menyayangkan hal tersebut dan menilai Parlemen Eropa telah bertindak diskiminatif terhadap produk minyak sawit Indonesia. Pemerintah berharap Parlemen Uni Eropa menghentikan tindakan-tindakan diskrimnatif dan mendiskreditkan kelapa sawit.

Direktur Eksekutif Sawit Watch, Inda Fatinaware menyatakan, mengenai pengahapusan penggunan biodiesel dari kelapa sawit oleh Parlemen UE, Ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Indonesia dan tentunya para pelaku bisnis industri sawit di Indonesia. “Bagaimana pemerintah dan pebisnis dapat mengembangkan suatu praktek perkebunan sawit yang baik dan tidak bertentangan dengan prinsip –prinsip keberlanjutan,”  terang inda.

Selain itu, Inda juga menilai bahwa, sudah saatnya Indonesia memasuki tahap pembangunan industri hilir di dalam negeri. “Dengan dibangunnya industri hilir, maka akan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, sehingga hal ini dapat menjadi solusi penanggulangan pengangguran dan kemiskinan di Indonesia,” kata Inda dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Jumat (23/3/2018)

Seperti dikatahui bersama, pemerintah Indonesia bersikap sangat reaktif terhadap proposal energi yang dibuat oleh Parlemen Eropa. Pemerintah Indonesia bahkan mulai mengeluarkan ancaman memblokir produk-produk Eropa dan menghentikan ekspor CPO ke Eropa dan juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan Parlemen Eropa merupakan bentuk kampanye hitam.

Dikatakan Kepala Desk Kampanye Sawit Watch, Maryo Saputra Sanuddin, Sikap reaktif ini tentunya sangat disayangkan, harusnya pemerintah melihat apa yang sebenarnya terjadi di industri yang sangat membanggakan ini. Bahwa perusakan hutan, konflik, perampasan tanah masyarakat adat merupakan fakta yang terjadi di industri ini dan terus berlangsung sampai saat ini. “Jadi dengan proposal ini harusnya kita berkaca dan mulai membenahi sektor ini dan harus paham bahwa ada yang salah di kita (kelapa sawit, red). Jadikan proposal atau pun resolusi Eropa ini untuk ajang berbenah bukan ajang ancam mengancam,” jelas Maryo. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit