infosawit

KPK Temukan Kelemahan Dalam Tata Kelola Sawit



KPK Temukan Kelemahan Dalam Tata Kelola Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA – Menurut penuturan Perwakilan dari Deputi Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sulistyanto, pihaknya menemukan pengendalian pungutan ekspor kelapa sawit yang belum efektif karena tak ada verifikasi yang baik. Perluasan penggunaan dana tersebut, terutama untuk pemanfaatan bahan bakar nabati (biodiesel sawit), jelas tidak sesuai dengan ketentuan Undang Undang Perkebunan.

Lebih lanjut tutur Sulistyanto, terdapat tiga temuan kelemahan dalam tata kelola komoditas kelapa sawit, pertama, sistem pengendalian perizinan usaha perkebunan tidak akuntabel untuk memastikan kepatuhan pelaku usaha.

Kedua, tidak efektifnya pengendalian pungutan ekspor komoditas kelapa sawit, serta ketiga, tidak optimalnya pungutan pajak sektor kelapa sawit oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Sementara dikatakan praktisi Hukum, Hifdzil Alim, pemberian insentif menguntungkan perusahaan-perusahaan besar untuk meraup keuntungan miliaran rupiah dari kebijakan penggunaan dana perkebunan yang salah satunya digunakan untuk subsidi biodiesel. “Faktanya dengan adanya aturan ini, kegunaan dana perkebunan kelapa sawit condong hanya digunakan untuk mengatasi permasalahan supply and demand,” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Selasa (27/3/2018) di Jakarta.

Lebih lanjut, kata Hifdzil Alim,  pemberian insentif membuktikan ketidakpedulian pemerintah terhadap kesejahteraan petani sawit dimana aturan tersebut faktanya dipertahankan selama bertahun-tahun. “Munculnya aturan terkait biodisel sebagaimana dimaksud pada pasal 9 ayat (2) PP 24/2015 dan Pasal 11 ayat (2) Perpres 24/2016 telah merugikan petani sawit dan menjadi penghalang bagi petani untuk mendapatkan lima program sebagaimana telah disebutkan dalam Pasal 93 ayat (4) Undang-undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, ” ujar Hifdzil. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit