infosawit

2018, Minyak Goreng Sawit Makin Seksi



2018, Minyak Goreng Sawit Makin Seksi

Industri minyak sawit Indonesia, mengalami pertumbuhan setiap tahunnya. Tak hanya jumlah produksi yang bertambah, melainkan juga tumbuhnya konsumsi dan industri turunannya yang kian melaju. Konsumsi domestik, juga digadang-gadang akan menjadi sandaran utama dari tumbuhnya produksi minyak sawit setiap tahunnya.

Memang laju produksi minyak sawit mentah (CPO) yang bertumbuh setiap tahunnya, memerlukan pasar yang selalu siap menyerap setiap tonnya. Keberadaan produksi CPO yang bertumbuh, memang memerlukan offtaker yang juga harus bertumbuh. Tak hanya bersandar kepada pasar yang sudah ada, tetapi juga memerlukan perluasan terhadap pasar yang masih membutuhkannya.

Keberadaan pasar minyak sawit memang selalu menjadi perbincangan yang menarik, lantaran produksi yang terus bertambah, senantiasa membutuhkan serapan pasar ekspor dan juga domestik. Pasar ekspor yang masih membutuhkan seperti India dan China, merupakan tujuan ekspor CPO yang terbesar hingga dewasa ini. Selain itu, kebutuhan pasar domestik juga menjadi andalan utamanya.

Bicara akan kebutuhan pasar domestik, memang bersandar kepada kebutuhan pasar minyak makanan atau minyak goreng sawit. Pasar CPO terhadap minyak makanan, bertuju kepada industri minyak goreng atau refineri yang masih bertumbuh hingga dewasa ini. Jika dahulu, refineri hanya berada di kota-kota besar yang padat penduduknya, seperti pulau Sumatera dan Jawa.

Saat ini, refineri mulai kembali dibangun di pulau-pulau besar lainnya seperti Kalimantan dan Sulawesi yang juga memiliki kota-kota besar yang sedang bertumbuh. Kendati masih terbilang belum terlalu padat jumlah penduduknya, namun me . . . .

 


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit