infosawit

INFO BGA - PEREMAJAAN SAWIT DILAKUKAN, EKONOMI PETANI PUN MULAI MEMBAIK



INFO BGA - PEREMAJAAN SAWIT DILAKUKAN, EKONOMI PETANI PUN MULAI MEMBAIK

Kini petani sawit plasma di 16 desa sudah mulai bisa tersenyum, harapan untuk ekonomi kembali membaik pun terbuka lebar. Lantaran, lahan perkebunan petani bakal di remajakan supaya memiliki produksi lebih tinggi. 

Setelah memiliki hak atas aset eks Banua Indah Group (BIG), PT Inti Sawit Lestari (ISL) salah satu anak usaha BGA group, berencana untuk melakukan peremajaan perkebunan kelapa sawit milik petani plasma yang tersebar di 16 desa dan tiga kecamatan.

Rencana peremajaan kelapa sawit itu dimulai dari kebun sawit milik petani yang berlokasi di Desa Sengkaharak, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Dikatakan, Manajer Kemitraan PT Inti Sawit Lestari (ISL), Welly Suprayono, peremajaan kebun petani plasma ini dilakukan lantaran rata-rata pohon petani telah masuk masa peremajaan.

Kegiatan peremajaan ini juga supaya petani memiliki pendapatan lebih tinggi, lantaran kebun sawit milik petani bakal diganti dengan pohon sawit dari bibit unggul. “Kami sudah memiliki komitmen untuk melakukan peremajaan sawit,” katanya kepada InfoSAWIT belum lama ini di Desa Sengkaharak

Saat ini merujuk informasi dari perusahaan per 2017, sudah melakukan peremajaan kebun sawit milik petani seluas 372,81 ha berlokai di Desa Sengkaharak, Kec. Tumbang Titi dan sekitar 442,36 ha di Desa Lalangpanjang, Kec. Pemahan, dari total lahan sekitar 18 ribu ha meliputi 16 desa dari tiga kecamatan. “Targetnya dalam waktu dekat ini semua kebun sawit milik petani sudah bisa dilakukan peremajaan,” tutur Welly.

Dengan adanya kegiatan peremajaan, geliat ekonomi pun mulai nampak, seperti di salah satu areal kebun sawit plasma di Desa Sengkaharak. Dalam kegiatan peremajaan ini masyarakat diikut sertakan, misalnya sebanyak 30 warga dari Desa Sengakaharak mulai diterima bekerja di perusahaan untuk kegiatan peremajaan kebun sawit petani. “Dengan adanya kegiatan peremajaan ini mulai ada perbaikan ekonomi,” kata Ketua Koperasi Sandika Dwibakti, Suminto kepada InfoSAWIT.

Padahal sebelumnya, desa Sengkaharak dirundung lembaran gelap yang mengakibatkan kondisi ekonomi petani di desa tersebut morat marit, petani dipaksa unuk memenuhi keb . . .

 


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit