infosawit

19 Desa Jadi Mitra Grup Sawit Minamas Plantation Cegah Kebakaran Lahan



Pemberian bibit cabe kepada Kelompok Tani upaya dalam pemberdayaan masyarakat sekitar perkebunan.
19 Desa Jadi Mitra Grup Sawit Minamas Plantation Cegah Kebakaran Lahan

InfoSAWIT, JAMBI - Program pencegahan kebakaran berbasis desa yang telah dimulai akhir tahun 2017 lalu di empat desa di Jambi diantaranya Desa Sumber Agung, Desa Parit, Desa Arang-Arang dan Desa Gambut Jaya, merupakan kelanjutan dari program serupa yang dijalankan pada 15 desa sekitar wilayah operasional anak usaha Minamas Plantation sejak tahun 2015.

Dalam program lanjutan selama enam bulan yang dimulai bulan Oktober 2017, Minamas Plantation melalui anak usaha nya di daerah Jambi, PT Bahari Gembira Ria (PT BGR) bekerjasama dengan Universitas Jambi (UNJA), melakukan program pencegahan kebakaran berbasis desa di sekitar perusahaan, serta membentuk Desa-desa Mandiri Cegah Api.

Program ini dilaksanakan oleh para peneliti dan team ahli bersama tenaga pendamping, melalui kegiatan pendampingan dengan cara hidup bersama ditengah-tengah masyarakat, mengidentifikasi faktor-faktor sosial ekonomi yang memaksa mereka melakukan pembakaran lahan setiap tahun dan mengevaluasi pendekatan yang paling tepat untuk diterapkan di wilayah bersangkutan.

Bertujuan gujna merumuskan pendekatan jangka panjang dalam memperbaiki mata pencaharian masyarakat di sekitar kebun dan berbagi pengalaman tentang best practices dalam sustainable agricultural management tanpa membakar lahan.

Manfaat program dirasakan oleh seluruh penduduk di 4 desa tersebut, yang mencapai sekitar 8.239 jiwa dengan luas area sebesar 40.051 Ha. Di desa-desa tersebut, sejak tahun 2011–2016, rata-rata terjadi kebakaran besar hampir 2 kali dalam setahun, karena 60% lahannya berada di lahan gambut.

Namun demikian sejak program DMCA berjalan, masyarakat telah mulai mengembangkan praktek membuka lahan tanpa membakar dan mengembangkan sistem pengomposan. Selama periode program berjalan, hampir tidak pernah ada lagi terjadi kebakaran didaerah tersebut. Hal ini juga didukung oleh curah hujan yang cukup tinggi sehingga kondisi lahan tetap basah.

Hingga saat ini, program DMCA telah memberdayakan sekitar 19 (Sembilan belas) desa di daerah Sumatera dan Kalimantan Selatan, yang manfaat programnya sudah dirasakan sejak dimulai pada tahun 2015. Penerima manfaat berjumlah hampir 44.273 jiwa dengan luas area mencakup 85.594 ha.

Head Plantation Operations Minamas Plantation, Roslin Azmy Hassan, mengatakan kerjasama PT Bahari Gembira Ria dengan Universitas Jambi ini terbukti telah mengurangi kebiasaan membakar dalam membuka lahan, turun secara signifikan di 4 desa. Masyarakat desa juga memperoleh ilmu baru tentang pola menanam dengan sistem zero burning, pemetaan dan pembuatan peta desa serta pembuatan aturan-aturan desa yang sudah lama tidak terpakai dan nantinya akan diterapkan oleh kelompok-kelompok desa yang sudah terbentuk. “Para pendamping dari Universitas Jambi juga akan terus memastikan adanya peningkatan keterlibatan dan pemahaman masyarakat desa mengenai praktik-praktik pertanian berkelanjutan,” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Rektor Universitas Jambi, Prof Johni Najwan mengungkapan, kerjasama antara Universitas Jambi dengan Minamas Plantation dalam program pencegahan kebakaran te;ah sesuai dengan semangat Universitas Jambi dalam penerapan Perda No.2 Tahun 2016 tentang Implementasi Pencegahan Kebakaran dan Lahan. “Perda ini lahir atas sumbangsih dan peran aktif para tenaga ahli UNJA,” tandas Johni. (T2)

 

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit