infosawit

Boikot Ekspor Minyak Sawit ke Uni Eropa Bisa Dilakukan



Boikot Ekspor Minyak Sawit ke Uni Eropa Bisa Dilakukan

InfoSAWIT, JAKARTA – Adanya usulan Resolusi Sawit di Parlemen Uni Eropa pada awal tahun 2018 ini sontak mendorong protes dari segenap produsen minyak sawit di dunia. Langkah ini juga mendorong pemerintah Indonesia menggalang dukungan dari negara produsen minyak sawit lainnya di dunia untuk mendorong Uni Eropa mempertimbangkan kembali kebijakan larangan penggunaan minyak sawit untuk biofuel pada 2021 tersebut.

Sementara di Indonesia, resolusi sawit itu tak pelak memunculkan kegeraman para pelaku sawit dan asosiasi petani. Bahkan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mendorong pemerintah Indonesia untuk melakukan boikot ekspor minyak sawit ke Uni Eropa.

Menurut Direktur Eksekutif Council Palm Oil Producing Countries (CPOPC), Mahendra Siregar, memboikot ekspor ke Uni Eropa muncul karena adanya resolusi Uni Eropa yang menuding komoditas sawit sebagai biang perusak hutan dan secara hitungan, ini bisa dilakukan.

Dari total nilai ekspor minyak sawit Indonesia yang mencapai US$ 20 miliar, sekitar 20% atau sekitar US$ 4 miliaradalah nilai ekspor minyak sawit ke Uni Eropa. “Uni Eropa bukan konsumen utama minyak sawit Indonesia,” kata Mahendra yang pernah menjabat sebagai wakil Menteri di Kementerian Perdagangan dan Keuangan, pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebetulnya, konsumen utama minyak sawit asal Indonesia adalah India, disusul Indonesia. Menurutnya, konsumsi minyak sawit di Indonesia cukup besar bahkan Indonesia tercatat sebagai konsumen kedua tertinggi minyak sawit, selain sebagai produsen utama minyak sawit di dunia. Lantas, posisi pengimpor minyaik sawit adalah China, disusul Uni Eropa dan Pakistan.  

Lebih lanjut kata Mahendra, ekspor minyak sawit ke Uni Eropa lebih banyak di dominasi produk turunan, dengan komposisi 80% turunan minyak sawit dan 20% minyak sawit mentah. Biasanya kebutuhan impor minyak sawit ini untuk pasokan bagi industri-industri di Uni Eropa. “Sehingga bilaboikot itu dilakukan, seluruh industri input di Uni Eropa bisa dipastikan tidak bisa berproduksi. Kalaupun disubtitusi dengan minyak nabati lain, mereka tidak bisa lagi memproduksi barang yang serupa,” tandasnya kepada InfoSAWIT belum lama ini di Jakarta. (T2)

Sumber: InfoSAWIT edisi Februari 2018

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit