infosawit

MENGUATKAN POSISI TAWAR SAWIT DI PASAR GLOBAL



MENGUATKAN POSISI TAWAR SAWIT DI PASAR GLOBAL

POSISI INDONESIA SEBAGAI PRODUSEN MINYAK SAWIT MENTAH (CPO) TERBESAR DI DUNIA SUDAH TAK TERBANTAHKAN LAGI. KEPEMIMPINAN INDONESIA DI PASAR MINYAK NABATI GLOBAL, JUGA MENJADI GAMBARAN BESAR AKAN POSISI MINYAK SAWIT DI PASAR GLOBAL. MAMASUKI TAHUN 2018 INI, MAMPUKAH INDONESIA MENGUATKAN KEBERADAAN MINYAK SAWIT DI DUNIA?

Sudah menjadi rahasia umum, bila keberadaan minyak sawit selalu disudutkan. Kendati masih terus terpojokkan, toh produksi minyak sawit kian bertambah banyak. Tak hanya produktivitas yang digenjot, secara global pertumbuhan luasan lahan juga terjadi di negara-negara lainnya, seperti Afrika dan Thailand, kendati Malaysia dan Indonesia terhambat perluasannya.

Akhir tahun 2017 lalu, di penghujung pergantian tahun, memang Pemerintah Indonesia memiliki rencana besar untuk mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) yang akan mengatur lebih lanjut mengenai keberadaan industri minyak sawit, dari penundaan izin perkebunan kelapa sawit hingga peningkatan produktivitas kebun sawit.

Di bulan Desember 2017 lalu pula, keresahan banyak melanda para pengusaha yang bergelut di industri sawit. Pasalnya, keberadaan Inpres Moratorium yang telah habis masa berlakunya, akan kembali di perkuat melalui Inpres Sawit yang akan mengatur lebih lanjut mengenai industri sawit khususnya perkebunan kelapa sawit.

Memang, tahun 2017 silam, hampir semua jenis usaha mengalami penurunan kinerja yang cukup besar. Sedangkan industri minyak sawit dari hulu hingga hilir nasional, secara umum mampu bertahan, kendati juga mengalami pertumbuhan kinerja tahunan. Pasalnya, keberadaan harga jual produk utama atawa minyak sawit mentah (CPO) masih mampu bertahan di harga komersil.

Harga rata-rata CPO tahun 2016 silam sekitar US$ 700/Ton, ternyata tidak banyak mengalami perubahan di tahun 2017 lalu. Berbagai prediksi harga masih bertahan kepada kisaran harga rata-rata di tahun 2017 sekitar US$ 700/Ton – US$ 715/Ton. Kendati harga penjualan CPO pernah mencapai rekor harga penjualan tertinggi pada bulan Oktober 2017 lalu, sekitar US$ 720/Ton.

Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), pada bulan Januari 2018 lalu, secara umum, dinyatakan keberhasilan industri sawit nasional yang menunjukan kinerja baik sepanjang tahun 2017 lalu. GAPKI melaporkan pertumbuhan produksi yang meningkat signifikan, dimana produksi CPO naik sebesar 18% dibandingkan tahun sebelumnya.

Produksi CPO nasional Indonesia tahun 2017 silam mencapai 38,17 juta ton dibandingkan tahun 2016 silam yang mencapai 35,57 juta ton. Keberhasilan peningkatan produksi CPO di tahun 2017 ini, juga diperkuat dengan peningkatan produksi minyak kernel oil mentah (CPKO) yang mencapai 3,05 juta ton. Sehingga total produksi minyak sawit nasional tahun 2017 mencapai 41,98 juta ton.

Menurut Sekjen GAPKI, Togar Sitanggang, keberhasilan peningkatan produksi minyak sawit nasional dibandingkan setahun sebelumnya, merupakan gambaran keberhasilan kinerja industri sawit nasional yang mampu meningkatkan kinerjanya. Kendati, tahun 2017 lalu, persoalan kebakaran hutan dan lahan masih menjadi perhatian serius dari industri perkebunan.

 Kinerja keberhasilan industri sawit nasional, juga diperkuat dengan keberadaan stok minyak sawit hingga akhir tahun sebesar 4,02 juta ton. Sehingga secara umum, posisi minyak sawit masih memiliki kekuatan besar untuk terus bertumbuh ditahun 2018 ini. “Stok awal tahun 2018 ini masih sama dengan tahun sebelumnya, kendati akhir tahun sedikit mengalami kenaikan,” ujar Togar menjelaskan.

Senada dengan GAPKI, juga dikatakan Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Musdhalifah Machmud, yang mengapresiasi keberhasilan industri sawit nasional. Menurutnya, keberhasilan peningkatan produksi minyak sawit nasional merupakan gambaran dari kebutuhan pasar global akan minyak nabati yang berasal dari minyak sawit. . . . .


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit