infosawit

MEMBUKA PANDORA INPRES MORATORIUM SAWIT



MEMBUKA PANDORA INPRES MORATORIUM SAWIT

SETELAH SEMPAT DIISUKAN AKAN DITERAPKAN SEMENJAK SETAHUN LALU, KINI KEBIJAKAN YANG DIKENAL DENGAN KEBIJAKAN MORATORIUM DAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS SAWIT TINGGAL MENUNGGU TEKEN PRESIDEN JOKO WIDODO. LANTAS, APA SEBETULNYA YANG DIATUR DALAM KEBIJAKAN YANG SEMPAT MEMBUAT PARA PELAKU SAWIT KECEWA INI?

Pada penghujung tahun lalu tepatnya pada 22 Desember 2017, sebuah surat ber-kop Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, bernomor S-342 /M.EKON/12/2017, dilayangkan ke Sekretaris Kabinet terkait persetujuan Naskah Rancangan lnstruksi Presiden tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit, yang di paraf oleh Menteri  Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko), Darmin Nasution, untuk selanjutnya bisa segera diteken langsung oleh Presiden Joko Widodo, dan selanjutnya bisa ditebak kebijakan itu akan efektif dilakukan. 

Surat Kemenko tersebut ditembuskan ke empat Kementerian lain diantaranya, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Pertanian, Menteri Dalam Negeri, dan Deputi Bidang Perekonomian, Sekretariat Kabinet.

Tentu saja, munculnya persetujuan naskah kebijakan moratorium sawit ini membuat keget pelaku sawit nasional, betapa tidak dikatakan Ketua Bidang Tata Ruang dan Agraria Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, pihaknya tidak pernah diajak untuk membahas terkait penerapan kebijakan moratorum sawit tersebut.

Padahal kebijakan ini berkaitan langsung dengan para pelaku sawit perkebunan kelapa sawit nasional. Apalagi kebijakan itu memiliki misi guna mendorong peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit nasional.

Tentu saja bagi pelaku sawit kebijaka ini bakal menjadi tambahan regulasi yang akan membebani dalam pengembangan industri kelapa sawit kedepannya. Alih-alih mau meningkatkan produktivitas sawit yag ada, justru pelaku sawit akan lebih banyak mengurusi kebijakan yang dirasa tidak memihak. “Bagaimana mau meningkatkan prouktivitas, kita akan lebih banyak ngurusi kebijakan yang seperti ini,. . . . .


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit