infosawit

Kemenko Darmin Nasution : Budidaya Sawit Sudah Ramah Lingkungan



Kemenko Darmin Nasution : Budidaya Sawit Sudah Ramah Lingkungan

InfoSAWIT, NUSA DUA  - Dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko) Darmin Nasution, minyak sawit adalah produk tanaman yang paling efisien dibandingkan dengan sumber minyak nabati lainnya seperti kacang kedelai, rapeseed atau bunga matahari. Berdasarkan rasio penggunaan lahan, per hektar kebun sawit akan menghasilkan sekitar 4 ton minyak sawit. Sedangkan biji bunga matahari hanya menghasilkan 0.6 ton.

Lebih lanjut tutur Darmin, Ini menunjukkan bahwa produksi minyak sawit sangat efisien dalam hal penggunaan lahan dan mengkonsumsi energi paling sedikit dibandingkan dengan banyak tanaman minyak lainnya.

Oleh sebab itu, pemerintah terus mendukung produktivitas petani sawit dengan memanfaatkan luas lahan yang sudah ada. Dalam rangka meningkatkan produktivitas perkebunan petani kecil, mislanya, pada tahun 2017 Presiden Joko Widodo telah meluncurkan Program Penanaman Perkebunan Rakyat (PPR) di Kabupaten Musi Banyuasin - Sumatera Selatan dan Serdang Bedagai - Sumatera Utara.

Menanggapi dampak masalah lingkungan, Menko Darmin menerangkan, pemerintah telah menetapkan dan menegakkan pedoman praktik minyak sawit berkelanjutan melalui Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Saat ini, Menko Perekonomian juga sedang melakukan tahap akhir proses penguatan ISPO, yang melibatkan multi stakeholders, mulai dari lintas kementerian / lembaga (K/L), pemerintah daerah, akademisi, pelaku industri, petani, asosiasi, maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)

“ISPO adalah standar pengujian kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia dan ketentuan sertifikasi yang mengacu pada organisasi standardisasi internasional,” ujar Menko Darmin disela acara International Coference on Oil Palm and Endvironment (ICOPE), yang dihadiri InfoSAWIT, Rabu (25/4/2018) di Nusa Dua, Bali.

ISPO diharapkan dapat memiliki hierarki hukum yang lebih tinggi agar dapat diterapkan lintas sektoral, memiliki pendekatan lansekap dan pertanian berkelanjutan; menggunakan teknologi informasi; serta dapat dipakai untuk meningkatkan diplomasi internasional

Melalui Konferensi Internasional ke-6 tentang Kelapa Sawit dan Lingkungan Hidup (ICOPE), Menko Darmin berharap dapat menghasilkan solusi untuk meningkatkan produksi minyak sawit berkelanjutan menggunakan sains dan teknologi.

“Bersama dengan mitra ICOPE, forum diskusi ilmiah dapat dibentuk untuk menciptakan inovasi dan kebijakan teknologi yang dapat mengatasi dugaan bahwa sektor kelapa sawit merupakan faktor yang berkontribusi terhadap emisi karbon, aktivitas deforestasi dan kebakaran lahan,” tutup Menko Darmin. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit