infosawit

Berkah Kompos Petani Sawit



Berkah Kompos Petani Sawit

InfoSAWIT, JAMBI – Tatkala perkebunan kelapa sawit yang mulai menua dan sudah akan diremajakan, sebagaian petani yang berada di Desa Dataran Kempas, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, mulai mencari alternatif pendapatan untuk memperoleh tambahan penghasilan.

Terlebih  perkebunan kelapa sawit yang dikelolanya mulai susut memberikan hasil maksimal. Integrasi sawit-sapi yang dianut petani awalnya hanya untuk memberikan tambahan pendapatan yang berasal dari daging sapi dan memang sebagai program pemerintah.

Namun siapa  sangka, dari kegiatan itu muncul kotoran sapi menumpuk yang tak berguna. Melihat kondisi ini mulailah Kelompok Tani Mekar Jaya mereka-reka untuk membuat kompos. Berhasil tentu harus jadi targetnya. Terlebih tuntutan ekonomi membuat mereka harus mempunyai penghasilan lebih.

Dari informasi yang didapat InfoSAWIT, awalnya kegiatan ini hanya bisa memproduksi 10 ton, meningkat menjadi 50 ton, sampai 100 ton dan kini 1000 ton. Beruntung, pupuk organik ini ini selain cocok untuk mempertahankan hasil sawitnya, pula cocok untuk Hutan Tanaman Industri (HTI).

Tak butuh waktu lama, salah satu perusahaan HTI di Jambi, PT Wira Karya Sakti, langsung kepincut dengan pupuk organik buatan masyarakat tersebut. Sudah bisa ditebak, kebutuhan kompos pun meningkat tajam. Semula hanya satu desa, kini ketrampilan tersebut ditularkan pada 3 desa lainnya.

Selain pemuda, sekarang ibu-ibu pun banyak terlibat. Penghasilan mereka paling tidak Rp 3 juta per bulannya, bahkan ada yang mencapai Rp 8 juta. Jika saja 1 kg pupuk dihargai Rp 1.135, maka sudah bisa dibayangkan penghasilan mereka.

Jelas, kegiatan ini tidak hanya menambah penghasilan masyarakat, tetapi juga mendukung kegiatan ramah lingkungan dengan mulai membatasi penggunaan bahan kimia. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit