infosawit

Penggunaan Kompos Dari Limbah Sawit Hemat Biaya Pupuk 10%



Penggunaan Kompos Dari Limbah Sawit Hemat Biaya Pupuk 10%

InfoSAWIT, NUSA DUA – Perkebunan kelapa sawit di Indonesia mengubah limbah berupa POME dan tandan buah kosong menjadi kompos. Langkah itu dilakukan karena bermanfaat dalam menghemat biaya pupuk sekitar 10%.

Head of Research and Development PT Austindo Nusantara Jaya Tbk, Jajang Supriatna menjelaskan, penggunaan kompos organic dari limbah kelapa sawit berupa POME dan tandan buah kosong menjadi salah satu upaya keberlanjutan (sustainability) di perkebunan kelapa sawit.

“Berdasarkan kesimpulan analisis dan uji coba yang telah dilakukan, penggunaan kompos dari limbah berupa POME dan tandan buah kosong dapat memberikan sejumlah keuntungan ekonomi antara lain mengganti pupuk mineral berkisar 20%-30%,” ujarnya dalam pemaparan dalam Konferensi Internasional Sawit dan Lingkungan (ICOPE) 2018, di Nusa Dua, Bali, belum lama ini.

Manfaat lain, lanjut dia, pembuangan limbah seperti POME dan tandan buah kosong bisa berkurang, bahkan menjadi 0%. “Keuntungan yang utama adalah menghemat biaya pupuk sekitar 10%, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan meningkatkan kualitas tanah,” paparnya.

Selain itu, Jajang mengungkapkan, penggunaan kompos limbang juga mempertahankan mikrofauna di tanah sehingga menjamin keberlanjutan untuk ekosistem di tanah. “Cakupan penggunaan kompos limbah juga jauh lebih besar dibanding pupuk kimia,” ucapnya. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit