infosawit

Peremajaan Sawit Rakyat Jilid 3 seluas 15 Ribu ha di Riau



Peremajaan Sawit Rakyat Jilid 3 seluas 15 Ribu ha di Riau

InfoSAWIT, Rokan Hili - Pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat memasuki tahap lanjutan setelah Presiden Joko Widodo meresmikan peresmian tahap tiga program tersebut di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau hari ini. Peresmian kali ini merupakan peresmian serentak pelaksanaan program peremajaan di Provinsi Riau yang merupakan provinsi dengan luas lahan untuk program peremajaan sawit rakyat terbesar di Indonesia. Peresmian program peremajaan sawit rakyat di Kabupaten Rokan Hilir hari, ini mencakup 15.000 Ha lahan perkebunan rakyat yang melibatkan 5.000 petani swadaya.

Sementara untuk tahun 2018, program peremajaan sawit rakyat di Provinsi Riau ditargetkan menjangkau 25.423 Ha lahan yang tersebar di 8 Kabupaten termasuk Kabupaten Kampar, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Bengkalis.

Program Peremajaan Sawit Rakyat ini merupakan program prioritas Pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kelapa sawit. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa Peremajaan Sawit Rakyat ini sudah sangat mendesak karena sebagian besar kebun kelapa sawit rakyat telah berusia tua, sehingga produktivitasnya rendah. “Rendahnya produktivitas ini menyebabkan berkurangnya pendapatan dan menurunnya tingkat kesejahteraan petani,” ujar Menko Darmin Nasution, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Rabu (9/5/2018.

Pembiayaan pelaksanaan program peremajaan ini menggunakan dana pungutan ekspor produk sawit yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dengan alokasi sebesar Rp 25 Juta/Ha dikombinasikan dengan dana swadaya petani serta dapat dikombinasikan juga dengan dana perbankan atau sumber pendanaan lain yang dapat meringankan beban petani.

Sebagaimana diketahui, sektor sawit Indonesia merupakan sektor yang sangat penting bagi perekonomian nasional dan petani sawit rakyat merupakan aktor penting dalam perkembangan sektor sawit Indonesia. Berdasarkan hasil studi Universitas Stanford, sektor kelapa sawit berperan penting bagi pengurangan angka kemiskinan dan ketimpangan di Indonesia.

Sejak tahun 2000, diperkirakan 10 Juta orang yang keluar dari garis kemiskinan setidaknya terkait dengan faktor-faktor yang berhubungan dengan ekspansi sektor sawit, sementara setidaknya 1,3 Juta orang yang hidup di pedesaan berhasil keluar dari garis kemiskinan karena ekspansi sektor sawit secara langsung. Besarnya peran sektor sawit bagi perekonomian serta pengurangan kemiskinan dan ketimpangan ini tidak terlepas dari fakta bahwa hampir separuh perkebunan kelapa sawit dikelola oleh petani rakyat. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit