infosawit

Memperkuat Marwah ISPO



Memperkuat  Marwah ISPO

Penguatan kebijakan praktik budidaya kelapa sawit layak lingkungan dan sosial, yang terangkum dalam Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) terus dilakukan. Kini sudah ada sebanyak 346 perusahaan memperoleh sertifikat ISPO. Kendati masih ada yang terindikasi masih belum clean and clar.

Semenjak pertengahan 2016 lalu kebijakan perkebunan kelapa sawit layak lingkungan dan sosial terus dilakukan. Langkah ini dilakukan lantaran ada anggapan bahwa kebijakan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) masih lemah dan butuh penguatan lebih lanjut, selain sebagai upaya untuk bisa diterima pasar internasional juga dalam memperkuat penerapan praktik budidaya kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia.

Terlebih kini industri kelapa sawit di pasar domestik dan global mengalami banyak perkembangan tidak terkecuali terkait isu tuntutan mengenai sustainability, yang juga terus berkembang dan dibicarakan.

Misalnya saja pada akhir tahun 2015 lalu di Amsterdam disepakati penandatanganan oleh lima negara di kawasan Uni Eropa diantaranya, Jerman, Perancis, Belanda dalam konvensi dengan judul “Amsterdam  Declaration in Support of a Fully Sustainable Palm Oil Supply Chain by 2020”.

 Tujuan dari deklarasi ini adalah mengintegrasikan sektor industri swasta dalam produksi minyak kelapa sawit yang sustainable. Kendati deklarasi ini dilakukan bukan atas nama Negara. Indonesia sebagai produsen CPO dunia harus melihat ini sebagai tuntutan yang serius terhadap Sustainable Palm Oil kedepan.

Bahkan pada kesimpulan hasil dari Europe Palm Oil Conference di Brussels pada 23 November 2017 (Publikasi secara resmi oleh ESPO) dalam laporan berjudul “Progress towards 100% Sustainable Palm Oil in Europe by 2020”, data baru hasil monitoring dari European Sustainable Palm Oil (ESPO) menunjukkan perkembangan yang signifikan. Lantaran pada tahun 2016 impor CPO oleh Uni Eropa untuk bahan makanan dan refinery mencapai 69% sudah menyerap CSPO ( Certified Sustainable Palm Oil), diantaranya 60% diproses untuk Industri Makanan.

Selain itu, terdapat tren positif penggunaan Sustainable Palm Oil di Uni Eropa sejalan dengan meningkatnya produksi CPO dari negara-negara produsen Sawit pada tahun 2017 terdiri dari RSPO seluas 2,83 juta ha (seluruh dunia), sementara ISPO (Indonesia) telah seluas 1,9 juta ha, dan Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO) seluas 260 ribu ha.

 . . . . 


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit