infosawit

PERKUAT SAWIT MELALUI RISET TERAPAN YANG HANDAL



PERKUAT SAWIT MELALUI RISET TERAPAN YANG HANDAL

PENYELENGGARAAN PEKAN RISET SAWIT INDONESIA (PERISAI), BEBERAPA WAKTU LALU DI BANDUNG, BERTUJUAN MENDORONG PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SEKTOR KELAPA SAWIT SUPAYA LEBIH EFISIEN DAN PRODUKTIF DALAM MENGHASILKAN MINYAK SAWIT LESTARI. TERLEBIH, PENGGUNAANNYA SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI HILIR YANG MAMPU MENGHASILKAN PRODUK TERBARUKAN DAN RAMAH LINGKUNGAN.

Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) merupakan Badan Layanan Umum (BLU) yang bertugas menghimpun dana perkebunan kelapa sawit untuk disalurkan melalui berbagai program dan aksi nyata dengan tujuan mempertahankan ketahanan pangan, pengembangan produk hilir sawit termasuk subsidi biodiesel, pengembangan sumber daya manusia, pengembangan petani, riset dan penelitian, replanting kebun sawit dan sebagainya, sesuai Perpres No 61 Tahun 2015.

Menurut Direktur Utama BPDP-KS, Dono Bustami, salah satu cara untuk mendongkrak produktivitas dan efisiensi, peningkatan aspek berkelanjutan dan mendorong penciptaan produk serta pasar baru minyak sawit, dapat dilakukan melalui kegiatan riset dan penelitian untuk mengembangkan sektor kelapa sawit melalui pendanaan BPDP-KS.

Sebab itu, menurut Dono, dengan adanya kegiatan PERISAI ini, akan mendorong para peneliti untuk mendapatkan hasil-hasil riset terapan, yang dapat digunakan industri, pemerintah maupun petani kelapa sawit. Secara umum, PERISAI yang merupakan kali kedua dilaksanakan BPDP-KS akan menampilkan 22 hasil penelitian yang telah dilakukan para peneliti.

“Melalui kegiatan PERISAI, diharapkan mampu mendorong budaya riset di sektor kelapa sawit dan mudah-mudahan pula akan mampu mendorong budaya riset di sektor kelapa sawit nasional,”kata Dono Boestami kepada InfoSAWIT baru-baru ini di Bandung.

Penelitian yang ditampilkan diantaranya teknologi-teknologi dan produk terbaru antara lain, CNC, Bio BTX, Stabilizer Thermal PVC, magnesium stearate, dan foaming agent untuk pemadam kebakaran; prototype/pilot plant produksi biogasolin, lemak kalsium; paket teknologi pemanfaatan limbah sawit zero waste; bibit sawit high yield dan high olec acid, biosilica untuk cekaman kekeringan; dan aplikasi penentuan umur panen sawit dan model pencegahan kebakaran lahan gambut.

Lebih lanjut tutur Dono Boestami, sejak berdirinya BPDPKS pada tahun 2015, terkait pelaksanaan penelitian dan pengembangan, pihaknya  telah bekerjasama dengan lebih dari 24 Universitas Negeri dan Swasta, 13 Lembaga Pendidikan Non Perguruan Tinggi, 127 Peneliti Senior, serta 146 Mahasiswa. Dari berbagai akivitas  . . . .


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit