infosawit

Luhut Panjaitan : Kelapa Sawit Penting Bagi Indonesia



Luhut Panjaitan : Kelapa Sawit Penting Bagi Indonesia

InfoSAWIT, ROMA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan menekankan, bahwa saat ini perkebunan kelapa sawit adalah penyumbang terbesar dari sektor pertanian Indonesia, termasuk memberikan kontribusi signifikan terhadap ekspor, dimana pada tahun 2017 total ekspor sawit mencapai sekitar 15,5 Miliar Euro.

Minyak kelapa sawit memiliki pengaruh signifikan terhadap penghidupan jutaan penduduk Indonesia. Luas total perkebunan kelapa sawit adalah sekitar 11,26 juta hektar. Lebih dari 41% dari area tersebut dikelola oleh petani kecil. Dalam hal penciptaan lapangan kerja, sektor kelapa sawit menyediakan 5,5 juta karyawan langsung dan 12 juta karyawan tidak langsung. Sekitar 17,5 juta orang saat ini bekerja di industri minyak sawit.

Data yang ada memperlihatkan bahwa industri minyak sawit memiliki peran yang sangat signifikan dalam penciptaan lapangan kerja serta pengentasan petani Indonesia dari kemiskinan. Pemerintah Indonesia meyakini kelapa sawit harus mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan sebagai elemen inti SDGs untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Menko Luhut menegaskan, pemerintah Indonesia telah menetapkan sejumlah kebijakan dan kerangka peraturan untuk memastikan perlindungan lingkungan dan sosial yang diterapkan dalam produksi sumber daya alam Indonesia yang diekspor. Implementasi IUU Fishing dan perikanan berkelanjutan, moratorium deforestasi, dan restorasi lahan gambut telah dilaksanakan selama beberapa tahun terakhir. “Indonesia adalah negara pertama di Asia yang memiliki standar produk kayu berkelanjutan yang diakui oleh UE melalui perjanjian bilateral yang kuat. Undang-undang UE mengakui legalitas kayu Indonesia yang juga diatur oleh peraturan Indonesia,” katanya dalam keterangan resmi dari Kementerian Koordinator Kemaritimina yang diterima InfoSAWIT, Senin (15/5/2018)

Sementara menyinggung kebijakan untuk mengatasi tantangan deforestasi, Menko Luhut menjelaskan bahwa deforestasi di Indonesia disebabkan oleh banyak aspek, dan kelapa sawit adalah sumber deforestasi paling sedikit. Bahkan di tingkat global, kelapa sawit adalah penyebab deforestasi terkecil. “Satu-satunya ancaman paling kritis terhadap deforestasi di tingkat global sebenarnya adalah peternakan sapi,” katanya.

Lebih lanjut kata Luhut, kebijakan Indonesia mengatasi deforestasi adalah melalui reboisasi, dan hasilnya menggembirakan, lantaran pada tahun 2014-2015 deforestasi dikurangi, yang mulanya seluas 1,09 juta hektar, pada tahun 2015-2016 menjadi 0,63 juta hektar, tahun 2016-2017 menjadi 0,47 juta hektar. “Bertentangan dengan banyak tuduhan LSM, Indonesia melakukan hal yang benar dalam mengatasi deforestasi,” katanya.

Indonesia juga telah menetapkan Standar Kelestarian kelapa sawitnya sendiri dan sepenuhnya mematuhi skema sertifikasi berbasis pasar. Minyak sawit adalah salah satu komoditas ekspor yang paling diatur di Indonesia. “Ini berarti bahwa sebagian besar ekspor Minyak Sawit kami telah diakui sebagai 100% berkelanjutan,” tandas Luhut. (T2)

 

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit