infosawit

Tangan Dingin Perempuan Ubah Perilaku Petani Sawit Swadaya



Direktur Yayasan Setara, Rukaiyah Rafiq (Perempuan kedua dari kiri)
 Tangan Dingin Perempuan Ubah Perilaku Petani Sawit Swadaya

InfoSAWIT, JAKARTA - Pengembangan perkebunan kelapa sawit kedepan diprediksi bakal didominasi oleh perkebunan kelapa sawit swadaya (mandiri). Lantaran pengembangan secara korporasi ditengarai bakal terkendala oleh banyaknya hambatan regulasi dan tekanan isu lingkungan.

Sayangnya pengembangan perkebunan kelapa sawit petani secara swadaya memiliki banyak kelemahan, dari pengelolaan budidaya kelapa sawit yang tidak sesuai sampai infrastruktur dan akses pasar yang masih tertutup. Hasilnya produktivitas kelapa sawit yang dikelola petani swadaya pun jauh dari potensi produksi yang seharusnya, disusul harga buah sawit yang dipatok sangat rendah oleh para pengepul.

Melihat kondisi demikian, wanita tangguh yang bernama Rukaiyah Rafiq atau yang akrab dipanggil Uki memiliki cita-cita besar untuk mengubah kondisi tersebut. Tentu saja tidak mudah apalagi harus mengubah perilaku sampai membuka akses pasar, maka itu bersama dengan dengan beberapa teman, Uki pun tergerak untuk mendirikan lembaga nirlaba (LSM) bernama Yayasan Setara.

Yayasan Setara tercatat lahir juga sebagai hasil keprihatinan atas meningkatnya perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi, yang tidak sebanding dengan manfaat yang diterima masyarakat. Terutama petani sawit, petani kecil atau petani biasa. Lebih dari itu, isu lingkungan seringkali mengikuti ekspansi dan pengembangan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi.

Tutur Uki yang saat ini sebagai Direktur Yayasan Setara, awal mula melakukan pembinaan terhadap petani sawit swadaya pada 2009, Setara Jambi menyasar pada pembentukan kelembagaan petani sawit swadaya di Desa Mekarjaya, Kec. Tabir Selatan, Kab. Merangin, Jambi.

Pasalnya, sesuai indikator yang ditetapkan, petani swadaya di Desa Mekarjaya jauh dari akses kota, tidak mampu secara finansial, dan tidak ada yang membantu. “Kami hanya berpikir bagaimana membuat petani independen (swadaya) memiliki bargaining position (posisi tawar) terhadap perusahaan,” tutur Uki. (T2)

Lebih lengkap baca InfoSAWIT Edisi April 2018

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit