infosawit

Tiga Langkah Kembangkan Jurnal Sawit Internasional



Tiga Langkah Kembangkan Jurnal Sawit Internasional

InfoSAWIT, BOGOR - Mantan Direktur Utama Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), Bayu Krisnamurthi, mengatakan, pengembangan jurnal sawit internasional ( IJOP) diharapkan bisa dilakukan dengan tiga langkah. Pertama, semua isu yang  berhubungan dengan berkelanjutan (sustainability), seperti, cerita habitat burung yang hidup di perkebunan sawit rakyat, mesti harus lebih banyak diangkatdantidak hanya terkosentrasi pada isu Gas Rumah Kaca (GHG.). Kalau bisa,  tea terkaitb jurnalituhendaknyamengangkattentang nilai konservasi tinggi (NKT), water management, dan lainnya,” katanya kepada InfoSAWIT belum lama ini di Bogor.

Kedua, menggunakan pemahamansustainable development goals (SDGs), misalnya kontribusi kelapa sawit pada pengurangan kemiskinan, ketahanan pangan (food security), dan pengembangan ekonomi perdesaan.

Ketiga, industri kelapa sawit ini adalah indistri yang sudah advance dalam teknik budidaya – contohnya, kemapuanmengatasi ganoderma. Ini merupakan langkah konkret yang harus dikembangkan. “Jelas, kitabutuh jurnal ini. Ini merupakan satu-satunyajurnal yang mengupas kelap sawit. Sebabitu, (jurnalini) mesti segera disebarluaskan,” tutur Bayu.

Bayumenyarankan,kalaubisakedepannya, IJOP ini juga dibuat dalam bentuk digital sehingga mudah menyebarluaskaninformasinya. Beberapa topik perlu diulas secara mendalam. KarenaMasyarakatPerkelapasawitan Indonesia (MAKSI) adalah organisasi keilmuan, MAKSI perlu memfasilitasi  para peneliti pemula. (T2)

Lebih lengkap baca Majalah InfoSAWIT edisi April 2018

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit